Kim Jong Un Kenang Peran China di Perang Korea

Kim Jong Un berziarah ke monumen di Dandong dan melintasi jembatan baru di Sungai Yalu. Kunjungan itu menautkan penghormatan sejarah dengan hubungan ekonomi China-Korea Utara.

kim-jong-un-kenang-peran-china-perang-korea

Kim Jong Un mengunjungi Dandong, Provinsi Liaoning, China, untuk mengenang keterlibatan pasukan China dalam Perang Korea. Kunjungan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, itu juga memperlihatkan sisi lain hubungan Pyongyang-Beijing: konektivitas lintas perbatasan lewat jembatan baru di atas Sungai Yalu.

Dalam prosesi di sebuah monumen, pemimpin Korea Utara itu memberi penghormatan kepada tentara China yang gugur dalam konflik di Semenanjung Korea. Bangka Terkini melaporkan Kim meletakkan karangan bunga dan mengikuti momen mengheningkan cipta, sementara lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan.

Kim didampingi Wang Huning, pejabat senior Partai Komunis China sekaligus Ketua Komite Nasional Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat China. Agenda tersebut bertepatan dengan peringatan 76 tahun keterlibatan pasukan China dalam perang yang berlangsung pada 1950-1953.

Penghormatan sejarah di Dandong

Media pemerintah Korea Utara menyampaikan bahwa Kim menilai bantuan militer China pada masa perang sebagai bagian penting dari sejarah hubungan kedua negara. Pesan itu menempatkan peringatan tersebut bukan sekadar kegiatan mengenang korban, melainkan juga penegasan kembali kedekatan Pyongyang dan Beijing.

Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953, bukan perjanjian damai. Korea Utara dan Korea Selatan pun tetap terpisah. Dalam konteks itu, kenangan atas dukungan China punya bobot politik bagi Korea Utara, yang selama ini mengandalkan Beijing sebagai mitra dagang terbesar sekaligus sumber dukungan ekonomi dan diplomatik, sebagaimana dilaporkan detikNews.

Kim juga mengunjungi museum sejarah di lokasi tersebut. Menurut Bangka Terkini, museum itu menyimpan artefak dan dokumen terkait operasi militer China dan Korea Utara selama perang. Rincian mengenai isi kunjungan museum tidak dijelaskan lebih jauh dalam laporan tersebut.

Jembatan baru melintasi Sungai Yalu

Usai agenda peringatan, Kim melintasi jembatan baru yang menghubungkan wilayah Korea Utara dengan Dandong. Xinhua, Reuters, dan CNN, seperti dikutip detikNews, melaporkan Kim turun dari mobil lalu berjalan kaki di jembatan sembari menyapa warga. Sejumlah orang yang menunggu di sana membawa bendera China dan Korea Utara.

Jembatan Sungai Yalu itu membentang sekitar tiga kilometer dan memiliki empat jalur untuk kendaraan. Sungai tersebut menjadi batas alam kedua negara; di Korea Utara, aliran air yang sama dikenal sebagai Sungai Amnok. Kehadiran jalur baru ini menambah prasarana darat yang menghubungkan kedua negara bertetangga.

Namun, laporan mengenai status jembatan belum sepenuhnya seragam. detikNews menyebut jembatan itu baru diresmikan dan Kim melintasinya. Sementara itu, Bangka Terkini menggambarkan pembukaan jembatan sebagai bagian dari pembicaraan untuk mengoptimalkan konektivitas. Perbedaan penyebutan itu membuat rincian mengenai operasional penuh jembatan belum terang dari laporan yang tersedia.

Perdagangan dan hubungan bilateral

Selain monumen dan museum, Kim bersama Wang Huning dikabarkan meninjau sebuah pabrik otomotif di Dandong. Bangka Terkini menyebut keduanya membahas penguatan perdagangan dan kerja sama ekonomi, termasuk pemanfaatan jalur penghubung baru. Tidak ada rincian nilai perdagangan atau kesepakatan khusus yang diumumkan dalam laporan tersebut.

China merupakan mitra dagang terbesar Korea Utara. Bagi Pyongyang, hubungan dengan Beijing juga mencakup dukungan politik dan ekonomi yang penting. Jembatan baru berpotensi membantu arus kendaraan dan barang, meski bahan laporan tidak menyebut jadwal pembukaan penuh ataupun volume lalu lintas yang akan ditangani.

Kunjungan ini berlangsung setelah hubungan China dan Korea Utara kembali menguat. Kompas.id sebelumnya melaporkan Xi Jinping dan Kim sepakat memperdalam kerja sama politik, ekonomi, perdagangan, dan budaya dalam pertemuan di Pyongyang pada Juni 2026. Laporan itu juga menyebut isu program nuklir Korea Utara tidak muncul dalam pemberitaan resmi mengenai pertemuan tersebut.

Agenda di Dandong menggabungkan pesan sejarah dengan hubungan praktis antartetangga. Untuk saat ini, perkembangan yang dapat dipastikan dari laporan adalah kunjungan Kim ke monumen, museum, dan pabrik otomotif, serta langkahnya melintasi jembatan Sungai Yalu. Rincian pengoperasian jembatan dan tindak lanjut kerja sama ekonomi belum diumumkan.

Ruangpublik