Apartemen Murah Seoul, Sewa Mulai Rp 2,8 Juta

Bekas hotel di Gasan-dong, Seoul, dialihfungsikan menjadi 181 unit hunian terjangkau. Sewa mulai Rp 2,8 juta, tetapi penghuni dilarang memiliki kendaraan pribadi.

apartemen-murah-seoul-sewa-mulai-rp-28-juta

Bekas hotel di Gasan-dong, Seoul, kini menjadi apartemen murah bagi warga muda dengan tarif sewa mulai 210.000 won atau sekitar Rp 2,8 juta. Namun, harga yang lebih terjangkau itu datang bersama syarat ketat: calon penghuni harus berusia paling tinggi 39 tahun, memenuhi batas pendapatan, dan tidak memiliki kendaraan pribadi.

Bangunan bernama Esquisse Gasan tersebut menyediakan 181 unit hunian. Mengutip Seoul Economic Daily, detikcom melaporkan bahwa properti itu sebelumnya beroperasi sebagai Hotel Haedamchae Gasan. Usaha hotelnya berhenti pada 2022 setelah permintaan turun selama pandemi COVID-19.

Dari hotel yang tutup menjadi hunian 181 unit

Perubahan fungsi bangunan dilakukan perusahaan sosial Nanum Housing. Setelah direnovasi, Korea Land and Housing Corp. (LH), badan usaha milik negara Korea Selatan di bidang perumahan, mengakuisisi properti itu dengan nilai 33 miliar won, setara sekitar Rp 452 miliar.

Bangunan lama itu tidak sekadar berganti nama. Sejumlah bagian diperbarui agar mendukung kebutuhan penghuni, termasuk penambahan peredam suara dan fasilitas dapur seperti kompor induksi serta keran air. Lokasinya juga berada dekat stasiun, sehingga hunian ini ditujukan bagi anak muda yang membutuhkan tempat tinggal di kawasan perkotaan.

Unitnya berukuran sekitar 16 hingga 20 meter persegi. Luas yang terbatas itu diimbangi perlengkapan dasar di dalam studio, mulai dari kulkas, mesin cuci, pendingin ruangan hingga tempat tidur. Artinya, penyewa tidak hanya mendapatkan ruang kosong, tetapi unit yang sudah dilengkapi sejumlah kebutuhan rumah tangga.

Tarif rendah, fasilitas bersama tersedia

Untuk menempati unit, penghuni perlu menyiapkan uang jaminan antara 8 juta dan 12,9 juta won. Tarif sewanya berkisar 210.000 sampai 340.000 won, atau sekitar Rp 2,8 juta hingga Rp 4,6 juta. Menurut laporan tersebut, besaran itu jauh di bawah tarif hunian di sekitar Gasan-dong, dengan selisih yang mendekati separuh.

Ruang bersama menjadi bagian lain dari tawaran Esquisse Gasan. Penghuni dapat menggunakan fasilitas kebugaran di lantai bawah tanah kedua, ruang belajar bersama di lantai dua, serta ruang santai di lantai 20. Di bagian atap tersedia area untuk barbeku. Fasilitas tersebut dapat digunakan tanpa biaya tambahan oleh penyewa.

Kombinasi unit berperabot dan ruang komunal memberi fungsi lebih luas dibanding studio kecil yang hanya menyediakan tempat tinggal. Meski begitu, fasilitas tersebut tidak menghapus batas utama hunian: ukuran unit tetap berkisar 16–20 meter persegi, dan aksesnya hanya terbuka bagi kelompok yang memenuhi ketentuan.

Kendaraan pribadi membuat calon penghuni tak memenuhi syarat

Aturan pemerintah membatasi calon penyewa pada mereka yang berumur maksimal 39 tahun dengan pendapatan di bawah 4.317.797 won, setara sekitar Rp 59,1 juta. Masa tinggal paling lama ditetapkan 10 tahun. Namun, penghuni yang pendapatannya melampaui ambang tersebut harus meninggalkan unit setelah dua tahun.

Larangan memiliki kendaraan pribadi menjadi syarat yang paling tegas. Kepemilikan kendaraan membuat seseorang tidak memenuhi kriteria untuk tinggal di sana, meskipun ia memenuhi batas umur dan pendapatan. Ketentuan itu membedakan Esquisse Gasan dari tawaran sewa biasa, yang umumnya tidak dikaitkan dengan status kepemilikan kendaraan.

Model hunian ini menjadi bagian dari rencana LH dan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan untuk menyediakan lebih dari 2.000 unit hunian terjangkau pada tahun ini. Sasaran pengadaan mencakup sejumlah kawasan, termasuk Seoul dan Provinsi Gyeonggi. Perluasan program tersebut akan menentukan seberapa jauh pendekatan pemanfaatan bangunan lama dapat menambah pilihan tempat tinggal bagi kaum muda.

Ruangpublik