Joanna Wietrzyk Akui Salah Lanjutkan Lomba HYROX
Joanna Wietrzyk mengakui salah karena meneruskan lomba HYROX di Beijing saat mengalami gangguan pencernaan. Ia kini bersiap kembali bertanding di Hamburg.
Joanna Wietrzyk mengakui keliru karena tetap berlomba setelah mengalami gangguan pencernaan di HYROX Beijing pada September 2026. Atlet Australia itu menyelesaikan kompetisi dan meraih kemenangan, tetapi keputusan tersebut memicu kekhawatiran soal keselamatan peserta lain yang memakai lintasan serta perlengkapan bersama.
Dalam wawancara dengan BBC yang dikutip Wolipop, Joanna mengatakan saat kejadian ia terlalu berfokus pada upaya memenangi perlombaan. Ia mengaku tidak cukup memikirkan dampak tindakannya terhadap orang-orang di sekitarnya.
“Saat itu saya tidak benar-benar memikirkan orang-orang di sekitar saya. Jika dipikirkan kembali, keputusan yang saya ambil memang salah. Saya sungguh meminta maaf kepada semua orang yang terdampak,” ujar Joanna kepada BBC.
Pengakuan itu muncul setelah foto dan video dari arena menyebar luas di media sosial. Joanna mengalami diare hingga buang air besar di celana saat bertanding. Ia tetap melanjutkan lomba, meski kondisi tersebut berpotensi mengotori area yang digunakan peserta lain.
Lintasan dan perlengkapan jadi perhatian
Insiden tersebut terjadi di HYROX Beijing 2026 pada Sabtu, 12 September, menurut laporan Brilio.net. Joanna bertanding di kategori Pro Women. Ia disebut mengalami kejadian itu saat memasuki tantangan burpee broad jumps, lalu meneruskan perlombaan sampai garis finis.
HYROX menggabungkan lari dengan latihan fungsional. Format lombanya terdiri atas delapan putaran lari masing-masing satu kilometer, diselingi satu jenis latihan pada setiap putaran. Karena sejumlah perlengkapan dipakai bergantian, kondisi lintasan dan alat menjadi perhatian setelah kejadian di Beijing.
Sebagian orang di media sosial memuji kegigihan Joanna yang tetap menuntaskan lomba. Namun, perdebatan juga muncul mengenai risiko kontaminasi dan dampaknya bagi peserta berikutnya. Bagi Joanna, persoalan itu kini bukan sekadar soal menyelesaikan pertandingan. Ia mengatakan tindakannya dapat membahayakan orang lain.
HYROX China menyatakan area dan lintasan terdampak ditutup serta diisolasi, kemudian dibersihkan dengan disinfektan. Penanganan itu berlangsung hingga rangkaian pertandingan hari tersebut selesai, sebagaimana diberitakan Brilio.net. Keterangan tersebut menjadi bagian dari respons penyelenggara atas kekhawatiran mengenai penggunaan fasilitas secara bergantian.
Aturan baru setelah kontroversi Beijing
Co-founder HYROX, Moritz Fürste, menyampaikan permintaan maaf karena pihak penyelenggara tidak segera menghentikan Joanna ketika insiden berlangsung. Wolipop melaporkan, HYROX kemudian menetapkan aturan baru untuk mengeluarkan atlet apabila muntah, buang air kecil, atau buang air besar berisiko mencemari area maupun membahayakan keselamatan peserta lain.
Aturan itu menjawab salah satu persoalan yang muncul setelah perlombaan di Beijing: kapan seorang atlet perlu dihentikan demi melindungi orang lain. Dalam kompetisi yang melibatkan banyak peserta dan perlengkapan bersama, kondisi kesehatan di lintasan juga dapat berdampak di luar atlet yang mengalaminya.
Joanna sebelumnya mengalami infeksi bakteri yang berkaitan dengan keracunan makanan. Ia mengatakan masa setelah kejadian itu sangat berat. Selain menerima kritik, ia juga mengaku mendapat ancaman melalui media sosial dan sempat berpikir untuk meninggalkan olahraga yang telah memberinya rekor dunia.
CNBC Indonesia juga memberitakan pengakuan Joanna mengenai trauma akibat insiden tersebut. Ia membutuhkan waktu untuk mencerna pengalaman itu sebelum bersiap kembali bertanding. Pengalaman tersebut, katanya, sempat membuatnya gugup menghadapi kompetisi berikutnya.
Menyiapkan diri untuk kembali ke arena
Joanna dijadwalkan tampil di kompetisi HYROX Hamburg pada 30 Oktober. Ia berharap peristiwa di Beijing tidak terus melekat sebagai gambaran tunggal tentang dirinya. Ia ingin kembali berkompetisi dan menggunakan pengalaman sulit tersebut sebagai dorongan untuk menguatkan mental.
“Saya tidak ingin kejadian itu menjadi identitas saya. Masih banyak hal yang bisa saya raih dalam olahraga ini,” kata Joanna.
Rencana tampil di Hamburg menandai upayanya kembali ke arena setelah kontroversi yang menyita perhatian. Namun, keputusan HYROX soal penanganan atlet yang berisiko mencemari lintasan juga menjadi perkembangan penting setelah kejadian tersebut. Joanna sendiri mengatakan ia gugup, tetapi tetap ingin melanjutkan kariernya.
