Aprilia Kaji Team Order untuk Bantu Jorge Martin
Aprilia belum menetapkan team order, tetapi Fabiano Sterlacchini menyebut satu atau dua balapan berikutnya akan menjadi bahan evaluasi. Jorge Martin kini unggul dua poin atas Marc Marquez.
Aprilia mulai mengevaluasi kemungkinan menerapkan team order untuk membantu Jorge Martin dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Direktur teknik Aprilia, Fabiano Sterlacchini, menyatakan keputusan belum akan diambil sekarang, tetapi situasi bakal ditinjau dalam satu atau dua balapan berikutnya.
Dengan lima seri tersisa, Martin memimpin klasemen hanya dua poin di depan Marc Marquez. Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga, tertinggal 46 poin dari Martin. Persaingan yang rapat membuat Aprilia perlu mempertimbangkan kapan kepentingan tim harus lebih diutamakan daripada kebebasan setiap pembalap untuk mengejar hasil sendiri.
Aprilia belum memutuskan perintah tim
Sterlacchini mengisyaratkan bahwa Aprilia tidak harus menunggu sampai peluang para pembalapnya tertutup secara matematis untuk menetapkan arahan. Namun, untuk saat ini, empat pembalap pabrikan Italia itu masih diberi keleluasaan bertarung demi hasil masing-masing.
Aprilia akan menggunakan satu atau dua balapan mendatang untuk melihat perkembangan klasemen dan menentukan apakah perlu menetapkan batas yang lebih tegas. Sterlacchini belum menyebut tenggat pasti. Ia juga diperkirakan membahas persoalan itu bersama CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, sebelum tim menetapkan sikap.
Pertimbangan tersebut bukan perkara sederhana. Aprilia menghadapi persaingan gelar yang ketat, sementara beberapa pembalapnya mampu tampil kuat. Salah mengambil keputusan berisiko mengurangi peluang Martin, tetapi arahan yang terlalu dini juga dapat membatasi pembalap lain yang masih berpeluang meraih hasil besar.
Karena itu, belum ada kepastian bahwa Aprilia akan langsung meminta Bezzecchi atau pembalap lain memberi jalan kepada Martin. Yang terlihat sejauh ini adalah proses evaluasi, dengan kepentingan perebutan gelar sebagai salah satu faktor utama dalam menentukan strategi pada fase akhir musim.
Dominasi Aprilia di Mandalika jadi gambaran kekuatan tim
Performa Aprilia di Grand Prix Indonesia memperlihatkan mengapa tim tersebut menghadapi dilema internal. Bezzecchi memenangi balapan, Raul Fernandez finis kedua, dan Martin berada di posisi ketiga. Ai Ogura melengkapi dominasi pabrikan Noale dengan finis keempat.
Keempat pembalap yang tampil kompetitif merupakan modal besar bagi Aprilia, sekaligus tantangan dalam mengelola persaingan di dalam tim. Sterlacchini menilai memiliki banyak pembalap cepat adalah persoalan yang baik untuk dihadapi, tetapi tim tetap perlu mencegah persaingan internal berubah menjadi kerugian.
Salah satu perhatian Aprilia adalah potensi kontak dan insiden antarpembalap. Tim telah memikirkan pedoman untuk mengurangi risiko kejadian seperti insiden antara Bezzecchi dan Fernandez dalam sesi Sprint. Meski peran pembalap dan risiko sudah dipertimbangkan, Sterlacchini mengakui insiden tetap bisa terjadi dalam balapan.
Evaluasi itu menunjukkan bahwa team order bukan satu-satunya persoalan yang harus dikelola. Aprilia juga perlu menjaga agar persaingan di lintasan tidak mengganggu peluang tim mengumpulkan hasil maksimal, terutama ketika para pembalapnya berada berdekatan dalam perebutan posisi.
Sisa poin membuat waktu penentuan semakin dekat
Dengan lima balapan tersisa, masih ada maksimal 185 poin yang bisa diperebutkan. Bezzecchi tertinggal 46 poin dari Martin, sedangkan Ogura terpaut 96 poin dan Fernandez 119 poin. Selisih itu memberi gambaran bahwa pembalap Aprilia selain Martin belum sepenuhnya keluar dari persaingan secara matematis.
Jumlah poin yang tersedia akan menyusut setelah setiap seri. Seusai Grand Prix Australia, maksimum poin tersisa menjadi 148. Angka itu turun menjadi 111 setelah Sepang, 74 setelah Qatar, dan 37 setelah Portimao, sebelum musim berakhir di Valencia.
Urutan tersebut membuat Aprilia perlu menimbang strategi sebelum peluang para pembalapnya tertutup. Jika keputusan ditunda terlalu lama, ruang untuk membantu Martin dapat semakin sempit, terutama apabila persaingannya dengan Marquez tetap berlangsung ketat. Namun, Sterlacchini belum menentukan kapan perubahan arahan itu akan dilakukan.
Susunan pembalap menambah pertimbangan Aprilia
Situasi Aprilia berbeda dengan Ducati, yang menurut Sterlacchini memiliki satu pembalap sebagai ujung tombak utama dalam perebutan gelar. Di Aprilia, lebih dari satu pembalap mampu menghasilkan hasil besar. Kondisi ini membuat penentuan prioritas menjadi lebih rumit daripada sekadar melihat posisi Martin di klasemen.
Faktor lain yang perlu diperhitungkan adalah perubahan susunan pembalap musim depan. Martin dan Ogura dijadwalkan pindah ke Yamaha, sementara Bezzecchi dan Fernandez akan tetap bersama Aprilia. Perbedaan masa depan tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat masuk dalam pertimbangan tim, meski belum ada keputusan yang diumumkan.
Untuk saat ini, Aprilia masih berfokus mengembangkan motor dan memaksimalkan performa di setiap Grand Prix. Dalam beberapa seri ke depan, perhatian juga akan tertuju pada cara tim menyeimbangkan persaingan individual dengan peluang Martin merebut gelar. Keputusan yang diambil dapat menentukan arah strategi Aprilia menjelang penutup musim.
