Rumor BUMI Akuisisi Kideco Rp 17,9 Triliun, Ini Responsnya

BUMI disebut sebagai kandidat akuisisi tambang Kideco senilai sekitar Rp 17,9 triliun. Perseroan belum memastikan kabar tersebut dan menyebutnya sebagai rumor pasar.

rumor-bumi-akuisisi-kideco-rp-17-9-triliun

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut menjadi kandidat untuk mengakuisisi tambang batu bara Kideco Jaya Agung milik PT Indika Energy Tbk (INDY). Nilai transaksi yang beredar diperkirakan melampaui US$ 1 miliar atau sekitar Rp 17,92 triliun. Namun, BUMI menyatakan belum dapat memastikan kebenaran kabar tersebut.

Direktur BUMI R. A. Sri Dharmayanti mengatakan informasi itu berasal dari sumber yang tidak jelas identitasnya. Karena itu, perseroan tidak memberikan komentar atas rumor pasar maupun spekulasi mengenai transaksi yang masih bersifat hipotesis.

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Selasa (13/10/2026), Sri menegaskan setiap perkembangan korporasi yang material akan disampaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Pernyataan itu belum menjadi konfirmasi bahwa pembicaraan atau transaksi akuisisi Kideco tengah berlangsung.

Respons BUMI atas kabar pembelian Kideco

BUMI juga menyoroti perbedaan karakter aset yang disebut dalam rumor dengan arah strategis perusahaan. Menurut Sri, diversifikasi usaha di luar batu bara termal telah menjadi bagian dari strategi BUMI. Sementara itu, Kideco merupakan tambang batu bara termal.

“Perseroan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang bersifat hipotesis, serta bahwa setiap perkembangan korporasi yang material akan diungkapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku,” ujar Sri.

Ia kembali menegaskan bahwa aset yang dimaksud dalam pemberitaan merupakan aset batu bara termal. Jika terdapat informasi atau fakta material, BUMI akan menyampaikannya melalui mekanisme keterbukaan informasi. Sampai pernyataan tersebut disampaikan, kabar mengenai akuisisi Kideco tetap berstatus rumor.

Kabar penjualan mayoritas saham Kideco sebelumnya dilaporkan Deal Street Asia. Dalam laporan itu, BUMI disebut sebagai salah satu kandidat potensial. Nilai transaksi diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar, setara sekitar Rp 17,92 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.928 per dolar AS.

Kideco menjadi penyumbang besar pendapatan INDY

Besarnya perhatian terhadap kabar tersebut tak lepas dari posisi Kideco dalam bisnis Indika Energy. Pada semester I-2026, tambang itu mencatat pendapatan US$ 855,1 juta. Angka tersebut menyumbang sekitar 71,9 persen terhadap pendapatan kotor INDY pada periode yang sama.

INDY saat ini memiliki 91 persen saham Kideco, sedangkan 9 persen sisanya dimiliki Samtan Co. Ltd. Dengan demikian, wacana penjualan mayoritas saham yang dilaporkan berpotensi menyentuh aset penting dalam portofolio Indika Energy. Meski demikian, belum ada konfirmasi dari BUMI mengenai transaksi yang diberitakan.

Kideco merupakan tambang batu bara yang beroperasi di Kalimantan Timur. Perusahaan itu memproduksi sekitar 34,8 juta ton batu bara pada 2022 dan memiliki izin penambangan khusus yang berlaku hingga 2033.

Berdasarkan laporan JORC Desember 2023, Kideco memiliki sumber daya batu bara 1,5 miliar ton dan cadangan 468 juta ton. Data tersebut memberikan gambaran mengenai skala aset yang menjadi sorotan dalam rumor penjualan, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan nilai transaksi yang akan disepakati.

Produksi Kideco naik pada semester I-2026

Kinerja operasional Kideco pada paruh pertama 2026 juga menunjukkan kenaikan produksi. Perusahaan menghasilkan 15,2 juta ton batu bara, meningkat dari 14,5 juta ton pada semester I tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, harga jual rata-rata secara FOB naik 6,8 persen secara tahunan menjadi US$ 54,7 per ton. Biaya tunai, termasuk royalti, juga meningkat 2,9 persen menjadi US$ 46,5 per ton.

Angka produksi, pendapatan, harga jual, dan biaya itu menjadi bagian dari gambaran bisnis Kideco yang perlu dicermati dalam kabar mengenai kemungkinan perubahan kepemilikan. Namun, tanpa pengumuman resmi, belum dapat dipastikan apakah penjualan mayoritas saham akan berlanjut, siapa pembelinya, ataupun berapa nilai akhirnya.

Untuk saat ini, sikap BUMI masih sebatas menyatakan tidak dapat menanggapi spekulasi dan akan mengumumkan fakta material sesuai aturan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keterbukaan informasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Ruangpublik