Heyzer Harsono, Komisaris Utama Samator, Wafat
Heyzer Harsono meninggal dunia pada Jumat (30/10). Ia pernah memimpin Samator sebagai direktur utama sebelum menjabat Komisaris Utama sejak 2021.
Presiden Komisaris Samator Group Heyzer Harsono meninggal dunia pada Jumat (30/10). Kabar duka itu disampaikan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Jawa Timur melalui akun organisasinya. Heyzer tercatat memimpin jajaran komisaris perseroan sejak 2021 dan kembali diangkat pada 2025.
“Segenap keluarga besar BPD Hipmi Jawa Timur menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tulis BPD Hipmi Jawa Timur dalam unggahannya, seperti diberitakan CNN Indonesia. Tidak ada keterangan mengenai penyebab maupun lokasi meninggalnya Heyzer dalam informasi yang disampaikan.
Kepergian Heyzer menutup perjalanan panjangnya di lingkungan Samator. Sebelum menempati posisi komisaris utama, ia pernah menjadi wakil komisaris utama dan direktur utama perseroan. Rekam jabatan itu menempatkannya di sejumlah posisi pimpinan perusahaan selama bertahun-tahun.
Berkarier di jajaran pimpinan Samator
Menurut profil di laman perusahaan Samator Gas, Heyzer menjabat Wakil Komisaris Utama pada 2018 hingga 2021. Setelah itu, ia menjadi Komisaris Utama sejak 2021. Perseroan mengangkatnya kembali untuk posisi tersebut pada 2025.
Jauh sebelum masuk ke jajaran komisaris, Heyzer merupakan Presiden Direktur perseroan pada 2006 hingga 2018. Ia juga memimpin PT Krakatau Samator sebagai Presiden Direktur dalam rentang 2013 sampai 2021. Dengan demikian, sebagian masa kepemimpinannya di PT Krakatau Samator berlangsung bersamaan dengan periode akhir jabatannya sebagai direktur utama perseroan.
Rangkaian posisi itu memperlihatkan bahwa pengalaman Heyzer di Samator mencakup peran eksekutif dan pengawasan. Ia memimpin perseroan sebagai direktur utama selama 12 tahun, lalu beralih ke jajaran komisaris. Profil perusahaan mencatat perubahan jabatan tersebut secara berurutan, dari direktur utama, wakil komisaris utama, hingga komisaris utama.
Informasi yang tersedia tidak merinci kebijakan atau capaian perusahaan yang secara khusus dikaitkan dengan Heyzer. Namun, lama masa jabatannya di posisi pimpinan menjadi bagian utama dari rekam karier yang dicatat Samator. Perusahaan juga menyebut keterlibatannya dalam berbagai konferensi nasional dan internasional, terutama yang membahas manajemen, gas industri, dan gas medis.
Pendidikan dan keterlibatan di bidang industri
Heyzer lahir pada 1958. Ia menamatkan pendidikan menengah di SMA Petra 2 Surabaya. Pada 2015, ia mengikuti Program Pengembangan Eksekutif Strategic Action Program di P2EB Universitas Gadjah Mada.
Profil perusahaan menyebut partisipasi Heyzer dalam konferensi di bidang manajemen, gas industri, serta gas medis. Keterangan tersebut memberi gambaran tentang bidang-bidang yang menjadi bagian dari keterlibatannya di luar jabatan korporasi, meski tidak memerinci nama konferensi maupun tahun keikutsertaannya.
Di luar perusahaan, Heyzer juga aktif di organisasi olahraga dan industri. Ia tercatat sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Indonesia (PBVSI), anggota Konfederasi Bola Voli Asia, serta Dewan Pembina Asosiasi Gas Industri Indonesia. Peran-peran itu menempatkannya dalam organisasi dengan lingkup yang berbeda, mulai dari olahraga bola voli hingga industri gas.
Informasi tentang jabatan organisasi tersebut tercantum dalam profil perusahaan, tetapi tidak disertai keterangan mengenai masa tugasnya. Karena itu, belum ada rincian lebih jauh mengenai aktivitas terakhir Heyzer di masing-masing organisasi. BPD Hipmi Jawa Timur menjadi pihak yang menyampaikan kabar duka dalam laporan CNN Indonesia.
Belasungkawa dari Hipmi Jawa Timur
Unggahan BPD Hipmi Jawa Timur menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Heyzer. Organisasi tersebut tidak menguraikan hubungan atau kegiatan tertentu yang menjadi latar penyampaian pernyataan itu. CNN Indonesia juga mengutip informasi profil perusahaan untuk merangkum riwayat pendidikan dan jabatan Heyzer.
Sejauh informasi yang disampaikan, kabar wafatnya Heyzer belum disertai penjelasan mengenai agenda penghormatan atau tindak lanjut dari Samator Group maupun organisasi yang pernah ia ikuti. Perkembangan mengenai hal tersebut belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
