Windows 11 Diklaim 20 Persen Lebih Responsif
Microsoft mengklaim optimalisasi Windows 11 meningkatkan responsivitas hingga 20 persen dan membuat penggunaan RAM lebih efisien. Pembaruan juga menyentuh Bluetooth, Windows Hello, dan aplikasi Photos.
Microsoft mengumumkan pembaruan Windows 11 yang diklaim membuat sistem hingga 20 persen lebih responsif. Optimalisasi yang diumumkan melalui blog resmi Windows pada 15 Oktober 2026 itu menyasar sejumlah komponen, termasuk menu Start, File Explorer, pencarian, Snipping Tool, dan Microsoft Edge.
Fokus utama pembaruan ini adalah pengelolaan memori. Microsoft menyebut Windows 11 kini dapat mempertahankan hingga 2 GB lebih banyak data aktif di RAM, sehingga data tidak perlu terlalu sering dipindahkan ke media penyimpanan yang proses aksesnya lebih lambat.
Perubahan tersebut ditujukan untuk membantu komputer tetap lancar ketika pengguna membuka banyak aplikasi atau tab peramban secara bersamaan. Dampaknya diperkirakan lebih terasa pada perangkat dengan RAM 8 GB, yang ruang memorinya lebih terbatas dibandingkan komputer berspesifikasi lebih tinggi.
Klaim peningkatan hingga 20 persen itu mencakup responsivitas sistem, bukan jaminan bahwa seluruh perangkat akan mengalami perubahan dengan besaran yang sama. Microsoft menyatakan hasilnya dapat berbeda bergantung pada perangkat, konfigurasi, dan kebiasaan penggunaan.
Penghematan RAM untuk perangkat dengan kapasitas terbatas
Selain mengatur data aktif dengan lebih efisien, Microsoft mengurangi penggunaan memori oleh proses latar belakang. Pada komputer dengan RAM 8 GB atau kurang, fitur Widgets kini hanya dimuat saat pengguna membukanya secara langsung.
Menurut Microsoft, pendekatan tersebut dapat menghemat lebih dari 200 MB RAM. Memori yang tidak lagi digunakan untuk memuat Widgets di latar belakang dapat tersedia bagi aplikasi lain yang sedang dijalankan.
Penghematan itu menjadi bagian dari upaya membuat Windows 11 terasa lebih ringan, terutama pada perangkat yang memiliki kapasitas RAM terbatas. Namun, besar manfaat yang dirasakan pengguna tetap bisa berbeda sesuai aplikasi yang terbuka dan konfigurasi komputer masing-masing.
Perubahan pengelolaan memori juga berkaitan dengan kemampuan sistem mempertahankan lebih banyak data yang sedang digunakan di RAM. Dengan demikian, Windows 11 diharapkan tidak perlu terlalu sering mengandalkan penyimpanan yang lebih lambat ketika pengguna berpindah di antara aplikasi.
Pembaruan Windows 11 juga menyentuh konektivitas
Perbaikan yang diumumkan Microsoft tidak hanya berfokus pada performa dan pemakaian RAM. Perusahaan turut meningkatkan keandalan Bluetooth, termasuk proses penyandingan dan penyambungan kembali perangkat audio seperti AirPods.
Windows Hello juga mendapat pembaruan untuk mempercepat dan meningkatkan keandalan proses masuk menggunakan pengenalan wajah maupun sidik jari. Microsoft turut memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan taskbar.
Di sisi lain, perusahaan menyebut sedang berupaya mengurangi gangguan yang muncul akibat proses pembaruan sistem. Rincian lebih lanjut mengenai perubahan tersebut tidak dijelaskan dalam bahan pengumuman, sehingga dampaknya bagi pengguna akan bergantung pada penerapan pembaruan di perangkat masing-masing.
Microsoft juga mengembangkan fitur Search berbasis kecerdasan buatan yang saat ini diuji melalui program Windows Insider. Fitur tersebut dirancang menyerupai chatbot, dengan tujuan memungkinkan pengguna menjalankan berbagai perintah langsung dari kolom pencarian.
Photos lebih cepat, distribusi pembaruan bertahap
Aplikasi Photos turut memperoleh pembaruan galeri yang menggabungkan koleksi gambar dari penyimpanan lokal, OneDrive, dan iCloud. Microsoft mengklaim alat penyuntingan di aplikasi tersebut dapat dimuat 25 persen lebih cepat.
Pratinjau gambar di Photos juga disebut menjadi 30 persen lebih responsif. Angka-angka ini merupakan klaim Microsoft; pengalaman aktual dapat berbeda sesuai perangkat dan pola pemakaian.
Ketersediaan pembaruan Windows 11 akan berlangsung bertahap, menyesuaikan perangkat dan wilayah. Pengguna mungkin tidak menerima pembaruan pada waktu yang sama, sementara Microsoft belum menyatakan bahwa semua fitur yang diumumkan tersedia serentak bagi seluruh pengguna.
Rangkaian optimalisasi ini memperlihatkan perhatian Microsoft pada kelancaran penggunaan sehari-hari, dari membuka aplikasi hingga menyambungkan perangkat. Bagi pemilik komputer dengan RAM terbatas, penghematan memori bisa menjadi perubahan yang paling relevan untuk dicermati saat pembaruan tiba.
Meski demikian, ukuran peningkatan performa tidak bisa disamaratakan. Pengguna dapat menilai dampaknya setelah pembaruan tersedia di perangkat mereka, sembari memperhatikan bahwa sejumlah kemampuan—termasuk Search berbasis AI—masih berada dalam tahap pengujian.
