Makan Telur Bikin Bisul? Ini Penjelasan Dokter

Makan telur tidak menyebabkan bisul, menurut dokter Vito Anggarino Damay. Namun, konsumsi berlebihan dapat berdampak pada jerawat dan asupan kalori.

makan-telur-bikin-bisul-penjelasan-dokter

Anggapan bahwa makan telur bisa menyebabkan bisul belum terbukti benar. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito Anggarino Damay menjelaskan, telur bukan penyebab bisul. Bisul merupakan infeksi bakteri yang memicu peradangan pada kulit atau folikel rambut.

Telur kerap menjadi pilihan makanan karena rasanya disukai banyak orang, mudah diolah, dan mengandung protein. Namun, mitos yang mengaitkan konsumsi telur dengan bisul masih beredar. Kekhawatiran itu biasanya muncul ketika bisul timbul setelah seseorang makan telur, lalu kedua hal tersebut dianggap saling berkaitan.

Bisul bukan disebabkan oleh telur

Menurut Vito, bisul dapat terjadi ketika kulit mengalami infeksi bakteri dan peradangan. Kondisi kulit yang kotor atau berminyak, serta gesekan rambut dengan kulit, termasuk hal yang dapat berperan. Area seperti wajah, leher, paha, dan ketiak disebut lebih rentan mengalami bisul.

Dengan demikian, munculnya bisul setelah seseorang makan telur tidak otomatis berarti makanan itu penyebabnya. Penjelasan tersebut membedakan antara waktu terjadinya keluhan dan penyebab infeksi pada kulit. Dalam keterangan yang dikutip CNN Indonesia pada 28 Desember 2021, Vito menegaskan bahwa telur tidak menyebabkan bisul.

Bisul juga perlu dibedakan dari jerawat. Keduanya sama-sama dapat muncul sebagai masalah pada kulit, tetapi keterangan Vito mengenai telur menempatkan kemungkinan dampak pada jerawat, bukan sebagai penyebab bisul. Pembedaan ini penting agar mitos soal makanan tidak membuat orang keliru memahami keluhan kulit yang dialami.

Kandungan telur dan manfaatnya bagi tubuh

Telur mengandung protein dan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Vito juga menyebut kandungan vitamin A, vitamin B12, serta mineral di dalam telur. Bagian putih telur, menurutnya, memiliki kandungan gizi yang bermanfaat.

Dalam keterangannya, Vito mengatakan telur dapat berguna dalam proses penyembuhan luka. Artinya, telur tidak semata-mata perlu dihindari karena takut menimbulkan bisul. Bagi orang yang tidak memiliki masalah tertentu setelah mengonsumsinya, telur tetap dapat menjadi bagian dari makanan sehari-hari, dengan memperhatikan jumlah konsumsi.

Meski begitu, manfaat gizi tidak berarti konsumsi tanpa batas. Vito mengingatkan agar telur dikonsumsi secara wajar. Ia menyebut konsumsi telur dua sampai tiga hari, tanpa merinci dalam keterangan yang tersedia apakah maksudnya dalam sepekan atau periode lain. Karena itu, angka tersebut sebaiknya tidak ditafsirkan lebih jauh dari pernyataan yang dikutip.

Konsumsi berlebihan dapat berdampak berbeda

Walaupun bukan pemicu bisul, konsumsi telur berlebihan disebut dapat berkaitan dengan persoalan lain. Vito menyampaikan bahwa telur bisa memperburuk jerawat pada sebagian orang. Telur dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dan memicu produksi minyak berlebih, yang kemudian dapat mengundang bakteri penyebab jerawat.

Kemungkinan tersebut tidak sama dengan menyatakan bahwa telur pasti menimbulkan jerawat pada setiap orang. Respons terhadap makanan dapat berbeda, dan keterangan Vito secara khusus menyarankan orang yang mengalami alergi atau jerawat setelah makan telur untuk tidak mengonsumsinya. Dengan kata lain, kondisi masing-masing orang tetap perlu diperhatikan.

Jumlah asupan juga berkaitan dengan kalori. Satu butir telur disebut mengandung sekitar 75 kalori. Vito memberi contoh, sarapan dengan tiga telur orak-arik berarti setidaknya ada 225 kalori yang dikonsumsi dari telur. Ia juga mengingatkan bahwa kandungan lemak yang tinggi dapat menambah berat badan.

Intinya, telur bukan penyebab bisul, tetapi tetap perlu dikonsumsi secara wajar. Jika bisul muncul, mitos tentang telur tidak cukup untuk menjelaskan penyebabnya. Sementara itu, orang yang merasa telur memicu alergi atau memperburuk jerawat dapat menghindarinya, sesuai anjuran Vito. Memahami perbedaan antara bisul dan jerawat membantu masyarakat menilai hubungan makanan dan keluhan kulit dengan lebih cermat.

Ruangpublik