Syabila Rizkia Meninggal Saat Berlaga di Porprov Jateng
Atlet selam Jepara Syabila Rizkia meninggal setelah tenggelam saat bertanding di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Ia sebelumnya meraih dua medali emas.
Atlet selam asal Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia setelah mengalami insiden tenggelam saat bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, Minggu (25/10/2026). Atlet berusia 22 tahun itu sempat menerima pertolongan di lokasi dan dirujuk ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa terjadi di Pantai Awan Costa, Kota Semarang. Menurut keterangan Tim Kesehatan Porprov Jepara, Syabila mulai bertanding sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar 20 menit kemudian, ia dilaporkan tenggelam saat menyelam.
Kabar duka itu terasa semakin berat bagi kontingen Jepara karena Syabila sebelumnya telah menyumbangkan dua medali emas. Prestasi tersebut ia raih pada nomor kolam putri 100 meter bifins dan 200 meter bifins.
Kronologi insiden Syabila Rizkia di Porprov Jateng
Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berada di arena pertandingan segera mengevakuasi Syabila ke darat. Saat ditemukan, ia dalam kondisi tidak sadarkan diri, dengan busa keluar dari mulut dan hidung, berdasarkan keterangan tim kesehatan.
Tim medis dari Semarang dan Jepara, termasuk tim Mayong II, kemudian memberikan penanganan darurat. Mereka melakukan resusitasi sebelum Syabila dibawa ke Rumah Sakit KSH untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Setibanya di rumah sakit, dokter instalasi gawat darurat kembali berupaya menyelamatkannya. Namun, setelah serangkaian tindakan medis, Syabila dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB.
Tim Kesehatan Porprov Jepara membenarkan kabar meninggalnya atlet selam putri tersebut sekaligus menyampaikan kronologi kejadian. Informasi yang disampaikan tim itu menyebut Syabila tenggelam saat pertandingan berlangsung, sekitar 20 menit setelah dimulai.
Dua medali emas untuk Kabupaten Jepara
Dua hari sebelum insiden, Syabila masih menorehkan prestasi di arena Porprov. Ia menjadi yang terbaik dalam nomor kolam putri 100 meter bifins dan 200 meter bifins, sekaligus membawa pulang dua medali emas untuk Kabupaten Jepara.
Keberhasilan itu menjadi bagian penting dari kiprahnya dalam membela daerah di ajang olahraga tingkat provinsi. Bagi keluarga, rekan-rekan atlet, dan masyarakat Jepara, dua medali tersebut kini juga menjadi kenangan atas perjuangan Syabila di arena pertandingan.
Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi kontingen Jepara yang tengah berlaga dalam Porprov XVII Jawa Tengah. Sosok atlet muda yang telah memberikan prestasi bagi daerah itu dikenang melalui pencapaian dan dedikasinya.
KONI Jepara ajak kontingen kenakan pita hitam
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jepara menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Syabila. Dalam pernyataan resminya, KONI mengenangnya sebagai atlet yang berjuang dengan gigih dan telah mengukir prestasi membanggakan bagi daerah.
Sebagai bentuk penghormatan, KONI Jepara mengajak seluruh kontingen mengenakan pita hitam sebagai tanda berkabung. Ajakan itu menjadi simbol duka sekaligus penghormatan kepada Syabila, yang disebut sebagai Patriot Olahraga Jepara.
“Terima kasih, Syabila. Terima kasih, Patriot Olahraga Jepara. Perjuanganmu akan selalu kami kenang,” demikian pesan penghormatan dalam pernyataan duka KONI Jepara.
KONI juga menyampaikan doa agar Syabila mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. Di tengah berlanjutnya perjuangan kontingen Jepara di Porprov, penghormatan kepada Syabila menjadi pengingat atas kontribusi yang telah ia berikan kepada daerah.
Dua medali emas yang diraihnya akan tetap tercatat sebagai prestasi Jepara di ajang tersebut. Sementara itu, keluarga, rekan setim, dan masyarakat Jepara kini mengenang Syabila bukan hanya sebagai peraih medali, tetapi juga sebagai atlet yang telah berjuang membawa nama daerah.
