Chery Bangun Pasar Ekspor Setelah Sempat Gagal
Chery mengawali ekspor dengan hanya 10 mobil pada 2001. Setelah memperluas jangkauan ke lebih dari 130 negara, perusahaan menargetkan penjualan luar negeri 2 juta unit pada 2026.
Ekspor Chery pernah dimulai dari angka yang sangat kecil: hanya 10 mobil pada 2001. Kini, pabrikan China itu menargetkan penjualan 2 juta unit di luar negeri pada 2026, setelah melewati proses panjang untuk memahami kebutuhan pasar di berbagai negara.
Perubahan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi Chery saat mulai merambah pasar internasional. Menurut Executive Vice President of Chery Automobile Co., Ltd., Zhang Guibing, perusahaan ketika itu belum memahami kebiasaan konsumen maupun kondisi jalan di negara-negara tujuan. Pengakuan itu disampaikan Zhang kepada detikOto di Wuhu.
“Di banyak negara kami gagal sukses,” kata Zhang, merujuk pada upaya awal Chery menembus pasar luar China.
Masalahnya bukan semata-mata menawarkan mobil dari China ke negara lain. Chery perlu mempelajari lingkungan tempat kendaraan akan digunakan serta kebiasaan calon pembeli. Perusahaan lalu menjalani proses bertahap, alih-alih menghentikan upaya ekspor setelah menghadapi kesulitan.
Dari 10 unit menuju jutaan mobil
Skala ekspor Chery berkembang dalam beberapa tahap. Dari 10 unit yang dikirim ke mancanegara pada 2001, jumlahnya bertambah menjadi 277.000 unit sekitar dua dekade kemudian. Angka itu menandai perubahan besar dibandingkan masa ketika merek tersebut baru mulai memperkenalkan produknya ke luar China.
Lompatan berikutnya terjadi pada periode pertumbuhan kendaraan energi baru. Dalam rentang 2021 hingga 2024, penjualan Chery di pasar luar negeri mencapai 1,14 juta unit. Angka tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi internasionalnya tidak hanya bertumpu pada pengiriman awal, tetapi berkembang menjadi salah satu bagian penting dari penjualan perusahaan.
Rentang waktunya juga memberi gambaran tentang panjangnya proses yang dibutuhkan. Chery memerlukan sekitar 25 tahun sejak ekspor pertama untuk membangun jangkauan yang kini mencakup lebih dari 130 negara. Zhang menyebut capaian itu sebagai hasil langkah demi langkah dalam memperluas kehadiran perusahaan.
Belajar dari pasar di luar China
Pengalaman awal Chery menyoroti satu persoalan yang kerap muncul ketika produsen otomotif berekspansi ke luar negeri: mobil yang berhasil dijual di negara asal belum tentu langsung diterima di tempat lain. Kondisi jalan dan kebiasaan masyarakat berbeda-beda. Zhang mengatakan Chery berupaya mempelajari perbedaan tersebut setelah menemui hambatan di sejumlah negara.
Dalam keterangannya, ia tidak merinci perubahan teknis tertentu yang dilakukan pada kendaraan. Namun, pengakuan mengenai kurangnya pemahaman pada masa awal menunjukkan bahwa perusahaan melihat penerimaan pasar sebagai sesuatu yang perlu dibangun, bukan diasumsikan. Jangkauan ke lebih dari 130 negara menjadi ukuran perkembangan yang disebut Zhang saat menjelaskan perjalanan itu.
Keberadaan sejumlah merek dalam grup Chery turut menjadi bagian dari ekspansi belakangan ini. Omoda Jaecoo, Exceed, Luxeed, Exlantix, Lepas, dan iCar disebut semakin diminati dalam dua tahun terakhir. Namun, catatan tersebut datang setelah periode panjang ketika ekspor masih jauh dari angka jutaan unit.
Target 2 juta unit pada 2026
Untuk 2026, Chery menetapkan sasaran menjual 2 juta mobil di luar China. Target itu lebih tinggi daripada capaian 1,14 juta unit dalam rentang 2021-2024, tetapi bahan laporan tidak merinci berapa porsi masing-masing merek dalam sasaran tersebut. Zhang menyatakan keyakinannya bahwa target bisa dicapai dan mengaitkan ambisi itu dengan citra serta budaya merek.
Target tersebut akan menjadi ukuran bagi kelanjutan ekspansi Chery. Perusahaan perlu mempertahankan penerimaan di pasar yang sudah dijangkau sekaligus memperluas penjualan, setelah pengalaman awalnya menunjukkan bahwa memahami kebiasaan konsumen dan kondisi setempat membutuhkan waktu. Untuk saat ini, angka 2 juta unit menjadi sasaran berikutnya yang dipasang Chery dalam perjalanan ekspor yang bermula dari 10 mobil.
