Razer Rilis Periferal Evangelion EVA-01 untuk Asia Pasifik
Razer menghadirkan lima periferal bertema Evangelion EVA-01 untuk pasar Asia Pasifik. Pemesanan dijadwalkan mulai 29 Oktober 2026, dengan harga Jepang diumumkan untuk setiap produk.
Razer memperkenalkan lima periferal gaming bertema Evangelion EVA-01, unit yang dipiloti Shinji Ikari. Koleksi ini mencakup mouse, keyboard, soundbar, mousepad, dan kursi gaming, dengan warna ungu-hijau yang merujuk pada tampilan EVA-01. Produk tersebut ditujukan untuk pasar Asia Pasifik dan mulai membuka pemesanan pada 29 Oktober 2026.
Dalam laporan Jagat Play, lini bernama Razer | EVANGELION (EVA-01) Collection ini disebut sebagai kelanjutan kolaborasi Razer dengan franchise anime tersebut. Perusahaan sebelumnya menghadirkan koleksi bertema EVA-02 pada awal 2026. Kali ini, desain unit EVA-01 menjadi benang merah untuk lima perangkat yang dapat dipakai membangun satu set meja gaming dengan tema serupa.
Kelima produk itu adalah DeathAdder V4 Pro, BlackWidow V4 TKL HyperSpeed, Leviathan V2 X, Gigantus V2 XXL, dan Iskur V2 X. Walau tampil dalam satu tema, fungsi perangkatnya berbeda. Dua produk pertama berfokus pada kendali permainan, sedangkan tiga lainnya melengkapi audio, permukaan mouse, dan posisi duduk.
Mouse dan keyboard menyasar kebutuhan bermain kompetitif
DeathAdder V4 Pro EVA-01 Edition merupakan mouse nirkabel dengan bentuk ergonomis. Jagat Play menyebut perangkat ini dirancang untuk kebutuhan esports. Razer juga menyertakan display stand khusus yang mengambil inspirasi dari platform peluncuran Evangelion, sehingga aksesori tersebut menjadi bagian dari paket bertema, bukan sekadar perangkat untuk digunakan saat bermain.
Pasangannya, BlackWidow V4 TKL HyperSpeed EVA-01 Edition, adalah keyboard mekanikal nirkabel dengan koneksi berlatensi rendah. Format tenkeyless membuatnya lebih ringkas dibandingkan keyboard yang memiliki deretan tombol angka di sisi kanan. Keyboard ini juga memakai switch hot-swappable, sehingga pengguna dapat mengganti switch sesuai preferensi.
Kombinasi mouse dan keyboard itu memberi koleksi EVA-01 fokus yang jelas pada perangkat kendali. Namun, informasi yang tersedia belum mencantumkan rincian seperti daya tahan baterai, bobot, jenis switch bawaan, ataupun spesifikasi teknis lain. Razer menyebut fitur utama masing-masing perangkat, sementara pengumuman harga yang dilaporkan Jagat Play merujuk pada pasar Jepang.
Soundbar, mousepad, dan kursi melengkapi setup
Untuk kebutuhan audio, koleksi ini menyertakan Leviathan V2 X, soundbar PC berukuran ringkas yang menggunakan koneksi USB Type-C. Perangkat tersebut dapat ditempatkan sebagai bagian dari set meja bertema EVA-01. Tidak ada keterangan dalam laporan mengenai keluaran suara atau rincian konektivitas lain untuk edisi khusus ini.
Gigantus V2 XXL menjadi pilihan alas mouse berukuran besar. Permukaannya berbahan kain bertekstur, yang menurut keterangan produk dirancang membantu gerakan mouse lebih konsisten. Ukuran XXL juga menjadikannya bagian visual yang menonjol pada meja, selain memberi ruang bagi pergerakan mouse.
Produk terakhir adalah Iskur V2 X, kursi gaming dengan penyangga lumbar terintegrasi. Fitur tersebut dimaksudkan membantu menjaga posisi punggung tetap stabil dan ideal selama bermain, khususnya ketika sesi berlangsung lama. Kursi ini memperluas koleksi dari perangkat yang berada di atas meja ke perlengkapan tempat duduk.
Harga Jepang diumumkan, distribusi dibatasi ke Asia Pasifik
Pemesanan koleksi EVA-01 dijadwalkan mulai 29 Oktober 2026 dan dibuka bertahap melalui Amazon serta sejumlah retailer terpilih di Asia Pasifik. Razer menyatakan lini ini dipasarkan secara eksklusif di kawasan tersebut. Keterangan itu belum memastikan ketersediaan masing-masing produk di setiap negara, termasuk Indonesia.
Harga resmi untuk pasar Jepang yang dicantumkan Jagat Play berbeda menurut perangkat. DeathAdder V4 Pro dibanderol 32.980 yen, sedangkan BlackWidow V4 TKL HyperSpeed seharga 35.980 yen. Leviathan V2 X ditawarkan dengan harga 22.980 yen, Gigantus V2 XXL 6.980 yen, dan Iskur V2 X 69.980 yen.
Belum ada harga dalam rupiah yang disebutkan dalam laporan tersebut. Calon pembeli di Indonesia juga perlu menunggu informasi dari retailer mengenai ketersediaan lokal, karena penjualan koleksi ini berlangsung bertahap di Asia Pasifik. Untuk saat ini, harga Jepang menjadi acuan resmi yang telah diumumkan.
