Philips Hue Uji Otomasi AI, Pengguna Belum Bisa Mengedit
Custom AI Behaviors di Philips Hue menyusun otomasi dari perintah bahasa alami, tetapi hanya tersedia untuk pemilik Bridge Pro dan belum bisa diedit.
Philips Hue mulai menghadirkan Custom AI Behaviors, fitur yang memungkinkan pengguna membuat otomasi lampu dengan menjelaskan keinginannya memakai bahasa sehari-hari. Namun, aksesnya terbatas pada pemilik Hue Bridge Pro, sementara hasil otomasi buatan AI belum tentu mengikuti instruksi secara tepat dan tidak dapat diperbaiki langsung oleh pengguna.
Fitur ini mengubah perintah dalam bahasa alami menjadi rangkaian otomasi yang dijalankan melalui Bridge. Bagi pengguna, cara tersebut menawarkan jalan yang lebih sederhana untuk mengatur kapan lampu menyala dan seperti apa perilakunya. Tetapi ketika hasilnya meleset, keterbatasan untuk mengubah aturan membuat prosesnya belum sepenuhnya fleksibel.
Uji coba menemukan lampu yang menyala terlalu banyak
Masalah itu terlihat dalam pengujian yang dilaporkan HueBlog. Penguji meminta sistem menyalakan lampu tertentu saat matahari terbenam, dengan tema warna yang berbeda setiap kali otomasi berjalan. AI memahami maksud permintaan, tetapi eksekusinya tidak sesuai: seluruh lampu menyala, bukan hanya lampu yang ditentukan.
Penguji kemudian meminta AI membenahi perilaku tersebut. Alih-alih menghasilkan aturan yang sudah dikoreksi, sistem berhenti dan menampilkan pesan kesalahan. Pengalaman itu memperlihatkan perbedaan antara memahami instruksi dan menjalankannya dengan benar. Untuk otomasi lampu, kekeliruan lingkup seperti ini dapat membuat hasil akhir jauh dari pengaturan yang dimaksud.
Menurut laporan Telset.id yang merujuk pengujian HueBlog, pengguna juga belum memperoleh sarana untuk mengedit otomasi yang dibuat AI. Jadi, bila perilaku yang dihasilkan kurang tepat, pengguna tidak bisa membuka aturan tersebut lalu mengganti bagian yang keliru secara manual. Mereka harus bergantung pada penalaran AI, termasuk ketika meminta sistem melakukan koreksi.
Bridge Pro menjadi syarat penggunaan
Custom AI Behaviors hanya tersedia bagi pengguna yang memiliki Hue Bridge Pro. Perangkat itu juga mendukung SpatialAware, fitur pengoptimalan adegan berbasis AI yang telah diluncurkan lebih dahulu. Artinya, pengguna Hue yang memakai Bridge lain belum dapat mencoba pembuatan otomasi melalui perintah bahasa alami ini.
Philips Hue sebelumnya menjelaskan arah pengembangan fitur tersebut. George Yianni, pendiri sekaligus kepala teknologi Hue, mengungkapkannya pada September. Ia menyebut AI bisa menjadi “a bit of a game changer” bagi platform Hue. Gagasan dasarnya, pengguna menyampaikan perilaku rumah yang diinginkan, lalu AI menerjemahkannya ke bahasa pemrograman khusus yang dipakai Bridge untuk menjalankan otomasi.
Konsep itu menempatkan bahasa alami sebagai pengganti penyusunan aturan secara langsung. Pengguna tidak harus merangkai instruksi teknis untuk menentukan perilaku lampu. Namun, pengalaman uji coba menunjukkan bahwa kemudahan membuat perintah belum otomatis menjamin ketepatan hasil. Tanpa opsi penyuntingan, kesalahan kecil pun dapat berujung pada otomasi yang tidak bisa disesuaikan.
Pembaruan aplikasi tetap tersedia untuk pengguna Hue
Peluncuran fitur AI berjalan bersama pembaruan aplikasi Hue yang dapat digunakan lebih luas. Pembaruan tersebut mencakup proses penyiapan Screen Sync yang lebih mudah dan rekomendasi adegan pencahayaan yang ditingkatkan. Aplikasi Hue tersedia untuk iOS dan Android, tetapi Custom AI Behaviors tetap mensyaratkan Bridge Pro.
Telset.id mencatat keterbatasan fitur ini berdasarkan laporan HueBlog. Adapun TechRadar menilai persoalan tersebut menyerupai kendala pada versi awal sebuah fitur, yang dapat berubah melalui pembaruan dan masukan pengguna. Laporan itu juga menyebut Hue cukup aktif memperbarui aplikasinya, meski belum ada kepastian kapan opsi penyuntingan otomasi akan tersedia.
Untuk saat ini, pengguna yang ingin mencoba Custom AI Behaviors perlu memiliki Hue Bridge Pro dan memeriksa apakah otomasi yang dibuat benar-benar sesuai dengan instruksinya. Perkembangan berikutnya bergantung pada pembaruan Philips Hue, terutama apakah perusahaan akan memberi pengguna kendali untuk memperbaiki aturan tanpa harus meminta AI mengulang proses dari awal.
