MLS Menuju Decision Day: Nashville Memburu Rekor
Inter Miami mengamankan kemenangan berkat kontribusi Lionel Messi, sementara Nashville SC menjaga peluang mengejar rekor poin MLS. Persaingan playoff Wilayah Barat masih terbuka menjelang Decision Day.
Inter Miami meraih kemenangan atas New England Revolution meski permainannya belum meyakinkan. Pada pekan yang sama, Nashville SC membalikkan keadaan melawan New York Red Bulls dan menjaga peluang mencatat rekor poin sepanjang masa MLS. Hasil-hasil itu membuat persaingan menuju Decision Day kian menarik, terutama di Wilayah Barat.
Miami punya alasan untuk lega. Lionel Messi terlibat dalam kedua gol timnya, termasuk gol yang membawa mereka unggul 2-1 ketika laga menyisakan sekitar 10 menit. Kontan.co.id melaporkan Messi telah mencetak gol ke-26, sementara RRI.co.id menyebut kemenangan tersebut memastikan Miami tampil di Concacaf Champions Cup 2027. CNN Indonesia juga memberitakan kemenangan tim itu atas New England.
Namun, kemenangan tidak serta-merta menghapus tanda tanya soal performa Miami. Seperti diulas Goal.com, jarak antarpemain belum rapi dan pertahanan mereka masih mudah ditembus. Kemenangan kali ini datang lewat kombinasi kecakapan Messi dan keberuntungan yang berpihak pada tim tamu.
Messi menentukan, Miami lolos dari tekanan
Gol pertama Miami bermula dari situasi bola liar di kotak penalti. Messi berusaha menguasainya, tetapi bola justru melambung ke arah German Beterame. Rekannya itu kemudian menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol. Momen itu mungkin bukan assist yang dirancang, tetapi tetap berujung pada keunggulan bagi Miami.
Gol berikutnya lebih mencerminkan kemampuan individu Messi. Ia mengecoh lawan, memutar badan, lalu melepaskan tendangan yang berubah arah setelah mengenai pemain lain dan masuk ke sudut bawah gawang. Skor menjadi 2-1. Miami pun kembali memimpin saat tekanan New England sedang meningkat.
New England sempat menyangka mereka menyamakan kedudukan menjelang akhir laga. Kesalahan Ian Fray di lini belakang membuka kesempatan bagi lawan, tetapi gol tersebut dianulir karena offside tipis. Keputusan itu menyelamatkan Miami dari hasil imbang yang, menurut laporan Goal.com, bukan hasil yang akan mengejutkan jika melihat jalannya pertandingan.
Kontan.co.id menyebut Miami naik ke posisi kedua MLS. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa tim tersebut tetap mampu mengumpulkan kemenangan ketika penampilannya belum konsisten. Menjelang fase penentuan, kemampuan mengubah peluang menjadi gol menjadi modal besar, tetapi rapuhnya lini belakang masih bisa menjadi masalah.
Nashville menempel rekor poin MLS
Nashville SC mengambil jalur berbeda. Mereka bangkit untuk mengalahkan New York Red Bulls, hasil yang menjaga momentum sekaligus membuka kemungkinan menorehkan rekor poin tertinggi dalam sejarah MLS. Goal.com menggambarkan Nashville sebagai tim yang tampil sangat kuat, meski laporan yang tersedia tidak merinci jumlah poin yang dibutuhkan untuk melewati catatan tersebut.
Peluang mengejar rekor memberi Nashville target yang lebih besar daripada sekadar mengamankan posisi menjelang playoff. Namun, capaian itu belum menjadi kepastian. Tim tersebut masih harus menyelesaikan pertandingan berikutnya, sementara perhatian banyak klub tertuju pada perebutan tempat di fase pascamusim.
Columbus Crew juga datang ke pekan penentuan dengan bekal positif. Mereka memenangi lima pertandingan beruntun dan sudah mengunci tiket playoff Wilayah Timur. Rangkaian kemenangan itu menjadi perubahan penting bagi tim yang mampu menemukan bentuk permainan pada saat yang tepat.
Wilayah Barat masih terbuka
Ketidakpastian terbesar menjelang Decision Day berada di Wilayah Barat. Menurut Goal.com, klub-klub di posisi ketujuh sampai ke-11 kini sama-sama masih memiliki peluang untuk masuk playoff. Situasi ini berbeda dari pekan sebelumnya, ketika kelompok tersebut tampak belum menunjukkan dorongan kuat untuk merebut tiket.
Perebutan yang rapat membuat setiap hasil berpotensi mengubah peta klasemen. Tim yang berada di luar posisi aman masih punya alasan untuk mengejar, sementara mereka yang sudah dekat dengan tiket playoff belum tentu bisa bersantai. Decision Day akan menjadi ujian bagi klub-klub yang belum mengamankan tempatnya.
Di Wilayah Timur, kabar buruk datang untuk New York City FC. Hasil imbang melawan D.C. United memastikan tim asuhan Pascal Jansen itu tersingkir dari persaingan playoff. Musim sebelumnya, NYCFC mencapai final Wilayah Timur pada 2025, tetapi kali ini gagal mempertahankan level tersebut. Jansen menyatakan tidak akan mencari alasan atas hasil timnya.
Perubahan nasib NYCFC menegaskan betapa cepat ekspektasi bisa berubah di MLS. Setelah keberhasilan musim lalu, tim itu kesulitan menjaga konsistensi. Kini, perhatian beralih kepada klub-klub yang masih memperebutkan tiket, serta Nashville yang berpeluang menutup musim dengan catatan bersejarah. Decision Day akan menentukan siapa yang benar-benar lolos dan apakah Nashville mampu mendekati puncak rekor liga.
