Windows 11 Ubah Sistem Printer, Model Lama Terancam

Microsoft mengarahkan Windows 11 ke sistem pencetakan berbasis standar universal. Printer lama yang bergantung pada driver khusus berpotensi terdampak saat Windows Protected Print Mode menjadi default.

windows-11-ubah-sistem-printer-model-lama-terancam

Microsoft mulai mengubah sistem pencetakan di Windows 11 dengan mengurangi ketergantungan pada driver khusus buatan produsen. Peralihan menuju Windows Protected Print Mode (WPP) dan standar yang lebih universal ini berpotensi membuat sebagian printer lama tidak berfungsi, terutama perangkat yang hanya mengandalkan driver lawas.

Selama puluhan tahun, printer Windows umumnya memerlukan perangkat lunak khusus dari produsen seperti HP, Canon, Epson, atau Brother. Microsoft kini mengarahkan Windows agar berkomunikasi dengan printer melalui Internet Printing Protocol (IPP), standar yang lebih seragam dan tidak bergantung pada driver dari masing-masing pembuat.

Perubahan itu berlangsung bertahap. Sejak Januari 2026, driver printer baru umumnya tidak lagi dapat dipublikasikan melalui Windows Update. Microsoft juga telah mengonfirmasi WPP kelak akan menjadi pengaturan default Windows 11, meski belum menetapkan kapan perubahan tersebut berlaku.

Bagaimana Windows Protected Print Mode bekerja?

WPP merupakan bagian penting dari peralihan sistem pencetakan tersebut. Saat mode ini aktif, Windows tidak mengizinkan penggunaan driver printer pihak ketiga. Artinya, printer yang hanya dapat bekerja dengan driver lama dari produsennya berisiko berhenti berfungsi di komputer yang memakai WPP.

Perangkat yang mendukung standar baru, sebaliknya, tetap dapat digunakan. Namun, pengguna mungkin perlu memasangnya kembali melalui sistem Windows ReadyPrint. Karena perubahan ini menyentuh cara Windows mengenali printer, keberadaan perangkat yang sebelumnya berfungsi tidak otomatis menjamin printer itu akan tetap bekerja setelah WPP dinyalakan.

Untuk saat ini, WPP masih bersifat opsional. Pengguna dapat menonaktifkannya dan kembali memakai sistem pencetakan lama. Fleksibilitas itu membuat dampaknya belum langsung dirasakan semua pemilik printer, tetapi situasinya dapat berubah ketika WPP kelak menjadi pengaturan bawaan.

Printer lama yang perlu diperiksa

Model yang paling berisiko terdampak adalah printer lama yang hanya menggunakan sambungan USB dan tidak lagi memperoleh pembaruan driver. Jika perangkat bergantung pada driver khusus yang tidak dapat digunakan ketika WPP aktif, proses mencetak dari Windows 11 bisa terganggu.

Printer yang mendukung IPP atau Mopria kemungkinan besar lebih siap digunakan dengan sistem baru. Meski begitu, pemilik perangkat sebaiknya memeriksa dukungan modelnya sebelum mengandalkan kompatibilitas tersebut. Informasi yang perlu diperhatikan adalah apakah printer dapat beroperasi dengan standar universal atau masih membutuhkan driver khusus produsen.

Perhatian juga perlu diberikan pada printer multifungsi. Perangkat semacam ini memiliki fungsi selain mencetak, termasuk memindai dokumen. Jika driver khusus produsen tidak lagi digunakan, fungsi pemindaian bisa saja tidak tersedia meskipun kemampuan mencetaknya tetap berjalan.

Langkah pengguna menghadapi perubahan sistem

Pengguna tidak perlu buru-buru membuang printer lama. WPP belum menjadi pengaturan default dan, selama masih opsional, sistem lama dapat dipakai kembali dengan menonaktifkan fitur tersebut. Namun, kondisi itu bukan jaminan bahwa setiap printer lawas akan terus didukung dalam jangka panjang.

Langkah yang lebih masuk akal adalah mengecek dukungan printer sekarang: apakah perangkat sudah mendukung IPP atau Mopria, apakah pembaruan driver masih tersedia, dan apakah fitur pemindaian juga bergantung pada perangkat lunak khusus. Pemeriksaan ini dapat membantu pengguna memahami risiko sebelum pengaturan Windows berubah.

Untuk printer USB yang tidak cocok dengan sistem baru, ada beberapa alternatif yang disebutkan, seperti menggunakan perangkat melalui Linux, jaringan lokal, atau Raspberry Pi sebagai print server. Pilihan tersebut dapat membantu mempertahankan pemakaian printer, meski kecocokannya bergantung pada perangkat dan kebutuhan pengguna.

Di kantor, administrator juga dapat mengaktifkan WPP secara paksa. Karena itu, organisasi yang masih mengandalkan printer lama perlu memperhitungkan kompatibilitas perangkat sebelum menerapkan perubahan. Sambil menunggu kepastian waktu penerapan default WPP, memeriksa model printer dan menyiapkan alternatif dapat mencegah gangguan saat sistem pencetakan Windows 11 beralih.

Ruangpublik