10 Negara yang Paling Jarang Dikunjungi Wisatawan

Dari Nauru hingga Libya, sejumlah negara jarang masuk dalam rencana perjalanan wisatawan. Meski begitu, pulau tropis, peninggalan sejarah, dan budaya lokal menawarkan pengalaman berbeda.

10-negara-paling-jarang-dikunjungi-wisatawan

Negara paling jarang dikunjungi wisatawan tersebar dari atol terpencil di Samudra Pasifik hingga wilayah Afrika yang menghadapi tantangan keamanan. Meski belum menjadi tujuan populer, sejumlah negara ini menawarkan pantai, lanskap alam, budaya lokal, serta jejak sejarah yang berbeda dari destinasi wisata arus utama.

Daftar yang dirangkum CNN Indonesia dengan mengutip Young Pioneer Tours ini mencakup sepuluh negara dengan tingkat kunjungan relatif rendah. Angka yang tersedia berasal dari periode berbeda, sehingga tidak dapat dibandingkan sebagai data tahunan yang seragam. Namun, gambaran tersebut menunjukkan betapa terbatasnya arus wisatawan ke sejumlah negara ini.

Negara pulau di Pasifik yang terpencil

Nauru mencatat sekitar 200 kunjungan wisatawan pada 2019, jumlah paling sedikit dalam daftar tersebut. Sebagai negara kepulauan kecil di Pasifik, pulau ini dapat dijelajahi dalam waktu relatif singkat. Anibare Bay menjadi salah satu kawasan pantainya, sementara sejumlah peninggalan Perang Dunia II memberi sisi sejarah pada perjalanan.

Perjalanan ke Nauru membutuhkan perencanaan lebih matang karena akses umumnya mengandalkan penerbangan regional. Keterbatasan akses juga menjadi salah satu tantangan untuk mengunjungi Tuvalu. Negara yang berada di Pasifik itu menerima sekitar 2.000 wisatawan dalam setahun.

Di Funafuti, wisatawan dapat menikmati suasana pulau dan melakukan island hopping. Ada pula pengalaman yang tak biasa: berkendara di landasan bandara saat tidak digunakan untuk penerbangan. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa daya tarik negara kecil ini bertumpu pada kehidupan pulau dan pengalaman sederhana, bukan keramaian atraksi wisata.

Kiribati juga terdiri atas pulau-pulau kecil dan atol di Samudra Pasifik. Keindahan laut menjadi daya tarik bagi pencinta destinasi tropis, dengan pilihan kegiatan seperti island hopping dan melihat peninggalan Perang Dunia II. Di sisi lain, negara ini menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim.

Wisata alam dan sejarah di negara yang jarang disambangi

Kepulauan Marshall menawarkan kehidupan lokal dengan ritme yang lebih santai. Wisatawan dapat menjelajahi Majuro, mencicipi kuliner setempat, atau menyelam. Bikini Atoll juga menyimpan sejarah Perang Dunia II dan pengujian nuklir. Akses ke negara ini tersedia melalui beberapa jalur penerbangan regional.

Di Pasifik Selatan, Niue dikenal dengan pemandangan laut dan alam tropis. Negara pulau kecil ini mencatat sekitar 8.000 kunjungan per tahun. Menyelam, memancing, menjelajahi gua, berperahu, dan menikmati pantai menjadi pilihan kegiatan. Penerbangan menuju Niue umumnya tersedia dari Auckland, Selandia Baru.

São Tomé dan Príncipe berada di lepas pantai barat Afrika, dengan suasana tropis dan relatif tenang. Berdasarkan data 2019 yang dikutip dalam bahan sumber, negara kepulauan ini menerima sekitar 8.000 wisatawan. Pantai, laut, dan kehidupan pulau yang jauh dari keramaian menjadi daya tarik bagi pelancong yang mencari suasana berbeda.

Guinea Ekuatorial memiliki daya tarik yang memadukan sejarah dan alam. Malabo, ibu kotanya, menyimpan bangunan berarsitektur kolonial. Di kawasan alamnya, wisatawan dapat menemukan habitat satwa seperti gorila, simpanse, dan gajah hutan. Jumlah kunjungan yang disebutkan dalam daftar itu sekitar 5.700 wisatawan.

Tantangan keamanan dan perjalanan ke Afrika

Somalia termasuk negara dengan kunjungan wisatawan yang sangat rendah, salah satunya karena kondisi keamanan. Hargeisa, di wilayah Somaliland, menawarkan pengalaman budaya dan lanskap yang disebut menarik bagi pelancong yang mencari tujuan di luar jalur wisata umum. Situasi keamanan tetap menjadi pertimbangan penting sebelum perjalanan.

Sudan Selatan, negara termuda di dunia yang merdeka pada 2011, memiliki bentang alam luas dan keragaman budaya masyarakat. Jumlah wisatawan yang rendah tidak berarti negara ini tanpa daya tarik, tetapi kondisi keamanan mengharuskan calon pengunjung mempersiapkan perjalanan dengan cermat dan memeriksa advis perjalanan.

Libya menyimpan peninggalan dari peradaban Yunani dan Romawi serta bentang Gurun Sahara yang luas. Namun, situasi politik dan keamanan membuat jumlah wisatawan yang datang sangat terbatas. Informasi keamanan dan ketentuan perjalanan terbaru perlu menjadi perhatian bagi siapa pun yang mempertimbangkan kunjungan.

Sepuluh negara ini memperlihatkan bahwa destinasi yang jarang dikunjungi bukan selalu berarti tidak memiliki keunikan. Keterpencilan, akses, serta kondisi keamanan dapat membentuk pengalaman perjalanan sekaligus menentukan seberapa mudah wisatawan datang. Bagi pelancong yang tertarik menjelajah di luar rute populer, riset mendalam dan pemeriksaan informasi perjalanan terkini menjadi langkah awal yang penting.

Ruangpublik