Gejala Kanker Lambung Remaja 17 Tahun Diabaikan 6 Bulan

Remaja 17 tahun di Tiongkok meninggal sekitar satu setengah bulan setelah didiagnosis kanker lambung stadium lanjut. Ia mengalami sejumlah gejala selama enam bulan sebelum mencari pertolongan.

gejala-kanker-lambung-remaja-17-tahun-diabaikan-enam-bulan

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun di Tiongkok meninggal sekitar satu setengah bulan setelah didiagnosis kanker lambung stadium lanjut. Selama enam bulan sebelumnya, ia mengalami sakit perut bagian atas, kembung, dan penurunan berat badan, tetapi tidak segera mencari pertolongan medis.

Remaja yang disebut Xiao Wang—nama samaran—mengira keluhannya hanya gangguan pencernaan biasa. Orang tuanya kerap bekerja jauh dari rumah, sementara ia sendiri tidak terlalu memperhatikan perubahan kondisi tubuhnya. Ia baru memeriksakan diri setelah nyeri perut berlangsung terus-menerus selama lebih dari sebulan dan tinjanya berwarna hitam.

Kisah tersebut dilaporkan Taizhou Evening News dan dikutip Vietnam.vn. Pemeriksaan di Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Tiantai kemudian mengungkap bahwa penyakit yang dialami Xiao Wang bukan gangguan pencernaan ringan.

Diagnosis kanker lambung setelah gejala berbulan-bulan

Dokter melakukan gastroskopi, pemeriksaan morfologi HE, serta analisis patologi imunohistokimia. Dari hasil pemeriksaan itu, Xiao Wang didiagnosis menderita karsinoma sel cincin pada badan lambung.

Pemeriksaan CT perut menunjukkan sel kanker telah menginvasi lapisan terluar dinding lambung. Dokter juga menemukan sejumlah metastasis pada kelenjar getah bening dan penyebaran ke omentum mayor di rongga perut. Kondisi tersebut menandakan kanker sudah berada pada stadium lanjut dan operasi tidak lagi menjadi pilihan.

Keadaan Xiao Wang semakin sulit karena ia mengalami anemia berat. Menurut laporan itu, anemia membuatnya tidak dapat menjalani kemoterapi. Sejak diagnosis ditegakkan hingga meninggal dunia, waktunya hanya sekitar satu setengah bulan.

Kasus ini menjadi perhatian karena pasien masih berusia belia. Wakil Kepala Departemen Onkologi Rumah Sakit Rakyat Distrik Tiantai, Dr. Dinh Tan Hoa, mengatakan penyebab kanker lambung kompleks. Faktor genetik keluarga dapat berperan, tetapi sejumlah kebiasaan dan kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko pada kaum muda.

Tanda gangguan pencernaan yang perlu diperiksa

Dr. Dinh menyebut stres berkepanjangan, pola tidur terganggu, kebiasaan makan tidak teratur, kurang olahraga, infeksi Helicobacter pylori, konsumsi alkohol berlebihan, dan merokok sebagai faktor yang dapat berkaitan dengan risiko kanker lambung. Faktor-faktor tersebut bukan berarti setiap orang yang mengalaminya pasti terkena kanker, tetapi perlu menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan.

Ia mengingatkan agar usia muda tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, banyak pasien muda terbiasa menyepelekan tanda yang tidak biasa. Dalam sejumlah kasus yang ia temui, pasien baru datang saat gejala sudah berat dan penyakit berada pada tahap lanjut.

Keluhan pencernaan yang menetap, seperti gangguan pencernaan, rasa panas di dada, dan perut kembung, patut diperiksakan apabila tidak kunjung membaik. Nyeri atau rasa tidak nyaman yang tumpul di perut juga perlu mendapat perhatian, terutama bila bertahan, semakin kuat, atau muncul bersama gejala pencernaan lain.

Mual dan muntah yang berulang juga dapat menjadi tanda peringatan, demikian pula hilangnya nafsu makan. Salah satu keluhan yang disebut dalam laporan adalah cepat merasa kenyang meski baru mengonsumsi sedikit makanan. Penurunan berat badan mendadak tanpa sebab yang jelas juga tidak sebaiknya dianggap sebagai perubahan biasa.

Tinja berwarna hitam disebut sebagai tanda yang dapat mengindikasikan perdarahan di saluran pencernaan dan membutuhkan perhatian medis segera. Gejala semacam ini tidak cukup untuk memastikan seseorang menderita kanker, tetapi pemeriksaan dokter dapat membantu mencari penyebabnya.

Kebiasaan sehat dan perhatian pada perubahan tubuh

Untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, Dr. Dinh menyarankan pola makan yang lebih sehat. Ia menganjurkan pembatasan makanan tinggi garam, makanan asap, makanan acar, dan gorengan, serta peningkatan konsumsi buah dan sayuran segar dalam pola makan seimbang dan bergizi.

Ia juga menyarankan rutinitas harian yang teratur, menghindari kebiasaan begadang terlalu lama dan bekerja berlebihan, serta berolahraga secara wajar. Langkah-langkah tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.

Pesan utama dari kasus Xiao Wang adalah pentingnya tidak menunda pemeriksaan ketika keluhan berlangsung lama atau memburuk. Perubahan seperti nyeri perut menetap, tinja hitam, muntah berulang, atau berat badan turun tanpa sebab perlu disampaikan kepada tenaga medis. Mengenali tanda-tanda tubuh sejak dini memberi kesempatan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Ruangpublik