Jacobo Ramon dan Dilema Real Madrid atas Klausul 9 Juta Euro
Jacobo Ramon disebut bernilai 45 juta euro setelah berkembang bersama Como. Real Madrid berpeluang membawanya pulang dengan klausul 9 juta euro, tetapi masa depannya masih terbuka.
Jacobo Ramon berkembang pesat sejak bergabung dengan Como 1907. Bek tengah asal Spanyol itu kini ditaksir bernilai 45 juta euro, tetapi Real Madrid berpeluang membawanya kembali dengan mengaktifkan klausul pembelian senilai 9 juta euro.
Menurut laporan Goal.com, Madrid berniat menggunakan hak tersebut pada akhir musim. Namun, kepulangan Ramon ke klub yang membesarkannya belum tentu menjadi akhir cerita. Madrid masih harus menentukan apakah akan memasukkannya ke skuad utama, melepasnya ke klub lain, atau membiarkannya berkembang lebih lama di Como.
Situasi itu menempatkan Ramon di persimpangan yang menarik. Performa apiknya membuat Como mendapat manfaat besar dari kesepakatan dengan Madrid, sementara klub Spanyol tersebut tetap memiliki kendali atas masa depan sang pemain.
Klausul Madrid memberi banyak pilihan
Como merekrut Ramon dari Real Madrid pada musim panas 2025 dengan biaya 2,5 juta euro. Pemain kelahiran 2005 itu menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2030. Meski berpisah, Madrid mempertahankan hak atas 50 persen dari hasil penjualan berikutnya serta opsi untuk membeli kembali sang bek.
Hak pembelian kembali itu dapat digunakan pada 2026, 2027, dan 2028. Laporan Goal.com menyebut Madrid tengah bersiap memakai opsi tersebut dengan biaya 9 juta euro. Nilainya jauh di bawah taksiran harga pasar Ramon yang disebut telah mencapai 45 juta euro.
Dengan hak itu, Madrid tidak harus langsung menjual Ramon setelah ia kembali. Klub dapat menilai perkembangannya lebih dulu, lalu memilih apakah ia akan mendapat tempat di tim utama, dipinjamkan lagi, atau dijual. Sejumlah klub Premier League disebut memantau situasinya. Kompas.com secara khusus menyebut Arsenal dan Chelsea sebagai dua klub yang mengawasi bek tersebut.
Belum ada kepastian bahwa salah satu klub itu telah mengajukan tawaran. Yang jelas, peningkatan performa Ramon membuat keputusan Madrid berpotensi melibatkan persaingan dengan klub lain. Bagi Como, opsi untuk mempertahankannya lebih lama juga belum tertutup, meski keputusan akhir berada di tangan Madrid dan pemain.
Peran Ramon berkembang di Como
Di bawah asuhan Cesc Fabregas, Ramon bukan sekadar pemain yang bertugas menghalau serangan. Ia ikut membangun permainan dari belakang dan beberapa kali maju untuk membantu serangan. Perkembangan itu terlihat dari catatan golnya serta kemampuannya mengalirkan bola dengan akurat.
Pada musim pertamanya di Italia, Ramon tampil 37 kali di Serie A dan Coppa Italia, dengan 35 kali menjadi starter. Ia mencetak dua gol. Musim ini, menurut Goal.com, ia telah membukukan tiga gol dan satu assist. Jumlah gol tersebut sudah melampaui total yang dibuatnya pada musim sebelumnya.
Salah satu momen pentingnya terjadi di Liga Champions saat ia mencetak gol ke gawang Manchester United. Gol itu lahir setelah Ramon mengikuti rangkaian serangan Como dan menyelesaikannya di depan gawang. Kontribusinya memperlihatkan bahwa ia dapat terlibat dalam fase menyerang, bukan hanya menjaga area pertahanan.
Catatan operannya juga menggambarkan peran tersebut. Di Liga Champions, ia menyelesaikan 212 dari 226 operan, dengan akurasi 93,67 persen. Sebanyak 20 dari 25 umpan panjangnya mencapai sasaran. Di sisi bertahan, ia mencatat 26 kali merebut kembali bola dan sembilan tekel sukses.
Angka-angka itu memperkuat kesan bahwa Ramon mampu membantu Como keluar dari tekanan sekaligus memutus serangan lawan. Goal.com menilai permainannya musim ini meningkat dibandingkan musim lalu. Bagi klub yang merekrutnya dengan biaya relatif rendah, perkembangan tersebut membuat klausul pembelian kembali Madrid tampak sangat menguntungkan.
Kisahnya mengingatkan pada Nico Paz
Jalur Ramon berpotensi menyerupai Nico Paz, pemain muda lain yang berkembang bersama Como setelah berasal dari lingkungan Real Madrid. Kepulangan Paz ke Madrid sempat terlihat dekat, tetapi ia akhirnya bertahan di Italia setidaknya satu musim lagi. Laporan Goal.com menyebut keputusan pemain dan tawaran Como yang dikabarkan melampaui 60 juta euro ikut memengaruhi situasi tersebut.
Perbandingan itu bukan jaminan Ramon akan mengambil langkah serupa. Namun, performa yang terus menanjak memberi Como alasan untuk berharap ia dapat bertahan, sementara Madrid memiliki opsi kontraktual yang memungkinkan klub memanggilnya kembali. Pilihan sang pemain juga dapat menentukan arah berikutnya.
Madrid kini perlu menimbang kebutuhan skuadnya, nilai transfer yang mungkin ditawarkan klub lain, serta ruang bagi Ramon untuk terus bermain. Jika opsi pembelian kembali digunakan, keputusan soal masa depannya akan menyusul. Sampai saat itu, bek muda tersebut masih dapat memperkuat Como dan melanjutkan perkembangannya di Italia.
