Kesha Ratuliu Jawab Sindiran soal Rumah Sempit
Kesha Ratuliu mengaku sempat kesal dicibir soal rumah dan liburan ke luar negeri. Ia menyebut rumahnya kini masih nyaman, meski ingin anak-anak kelak punya kamar sendiri.
Kesha Ratuliu menanggapi cibiran warganet yang mempertanyakan pilihannya berlibur ke luar negeri ketika rumahnya dinilai sederhana dan sempit. Ia mengaku sempat kesal, tetapi memilih melihat komentar itu sebagai doa agar dirinya dan suami kelak bisa memiliki rumah yang lebih besar.
“Kesel sih, tapi kayak yaudah jadi doa juga karena banyak yang jadi doain kan komen-komennya,” kata Kesha, dilansir dari Insert Live, Rabu (7/10/2026). Ia juga menyebut sindiran tersebut sebagai bentuk manifestasi bagi dirinya dan suami untuk memiliki rumah yang lebih luas.
Perbincangan itu muncul setelah konten perjalanan Kesha menjadi bahan komentar di media sosial. Beberapa waktu lalu, ia berlibur bersama teman-temannya ke Inggris dan Perancis. Unggahan terkait perjalanan tersebut memantik perbandingan dari seorang warganet antara pengeluaran untuk liburan dan rencana membeli rumah yang lebih besar.
Kesha Ratuliu: Menabung bukan urusan yang perlu diumbar
Kesha mengatakan keputusan mengenai tabungan tidak harus menjadi konsumsi publik. Ia menjelaskan, alasan dirinya kerap bepergian atau menjalani staycation adalah karena menyukai pengalaman yang diperoleh saat mencoba hal-hal baru.
Baginya, pilihan untuk berlibur tidak serta-merta menjelaskan seluruh kondisi keuangan keluarga. Ia tidak merinci soal tabungan maupun rencana pembelian rumah. Kesha hanya menegaskan bahwa urusan tersebut bukan sesuatu yang perlu ia paparkan kepada orang lain.
Komentar yang memicu perbincangan itu disampaikan seorang warganet di akun TikTok Adhi Permana, suami Kesha. Warganet tersebut menyinggung rumah Kesha yang dianggap sederhana, sementara keluarga itu disebut bepergian ke sejumlah tempat, termasuk Singapura dan London. Ia mempertanyakan mengapa uang untuk perjalanan tidak ditabung demi membeli rumah yang lebih besar karena Kesha memiliki anak.
Adhi menanggapi komentar itu dengan santai. Ia menyampaikan bahwa dirinya memasang target untuk pindah ke rumah yang lebih nyaman dalam dua tahun ke depan, meski belum mengetahui rumah mana yang akan dituju maupun bagaimana kondisi dananya saat ini.
“Bu! Doain ya. Saya pasti 2 tahun lagi pindah ke rumah yang lebih nyaman dari yang sekarang. Rumahnya gatau yang mana, dananya juga belum sampe mana, tapi pasti bu. Yakin banget saya. Izinkan saya bermanifestasi di sini ya bu,” tulis Adhi.
Rumah sekarang masih nyaman untuk keluarga
Di tengah harapan untuk memiliki hunian yang lebih luas, Kesha menyebut rumah yang ditempatinya saat ini masih nyaman untuk keluarga mereka berlima. Keinginan pindah belum menjadi rencana serius yang sedang dijalankan.
Impian rumah yang lebih besar, menurut Kesha, berkaitan dengan keinginannya agar ketiga anaknya kelak memiliki kamar masing-masing. Ia mengingat pengalaman masa kecil ketika mempunyai kamar sendiri dan merasakan adanya ruang privasi.
“Sejauh ini rumahku juga menurut aku nyaman. Mungkin kalau misalkan emang yang tadi aku bilang, aku pengen anakku punya kamar sendiri-sendiri karena aku suka gitu. Kayak dulu juga waktu masih kecil punya kamar sendiri tuh privacy gitu,” ujarnya.
Pernyataan Kesha memperlihatkan bahwa kebutuhan rumah yang lebih luas merupakan harapan untuk masa depan, bukan tanda bahwa hunian saat ini tak memadai. Untuk sekarang, ia mengatakan rumah tersebut masih cukup bagi dirinya, Adhi, dan ketiga anak mereka.
Adhi juga belum menyebut rumah tujuan ataupun memastikan kesiapan dana untuk pindah. Target dua tahun yang ia sampaikan menjadi harapan, sementara Kesha menyebut rencana memiliki kamar sendiri bagi anak-anaknya masih sebatas impian.
Perbedaan pandangan soal rumah dan liburan itu bermula dari komentar warganet atas unggahan perjalanan keluarga. Kesha dan Adhi memilih merespons dengan menjelaskan pilihan mereka, sekaligus membuka ruang bagi harapan untuk memiliki hunian yang lebih nyaman suatu hari nanti.
