PKBI Jateng Perluas Layanan untuk Menopause
PKBI Jawa Tengah menghadirkan layanan Menopause dan Healthy Aging yang mencakup konsultasi, skrining, serta perhatian pada kesehatan psikologis dan sosial.
Perempuan yang memasuki masa pramenopause dan menopause kini menjadi sasaran layanan kesehatan baru Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah. Melalui program Menopause dan Healthy Aging, PKBI menyediakan konsultasi dan skrining kesehatan, sekaligus memberi perhatian pada kondisi psikologis serta kehidupan sosial.
Layanan ini melengkapi pelayanan kesehatan reproduksi di Klinik Warga Utama PKBI. Menurut laporan Espos, program tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan perempuan menjelang dan setelah menopause, serta kelompok lanjut usia. Fokusnya tidak hanya pengobatan saat seseorang jatuh sakit, tetapi juga upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup.
Informasi yang disampaikan PKBI Jateng belum merinci jadwal, biaya, maupun tata cara pendaftaran. Namun, cakupan layanan dan tenaga kesehatan yang disiapkan memberi gambaran bahwa program ini ditujukan sebagai ruang konsultasi, termasuk bagi orang yang belum mengalami gangguan serius.
Konsultasi dan skrining untuk usia matang
Ketua Pengurus Daerah PKBI Jateng, dr. Daru Lestantyo, menjelaskan bahwa kebutuhan kesehatan reproduksi tidak berhenti ketika seseorang melewati usia reproduktif. Perimenopause, menopause, dan usia lanjut, menurut dia, tetap memerlukan perhatian layanan kesehatan.
PKBI menyiapkan dokter, perawat, bidan, serta tenaga lain yang telah mendapat pelatihan. Konsultasi dapat membantu perempuan memahami perubahan tubuh menjelang menopause dan keluhan yang mungkin muncul selama masa tersebut. Skrining juga menjadi bagian dari layanan karena risiko sejumlah penyakit meningkat seiring pertambahan usia.
“Kami punya dokter, perawat, bidan dan lain sebagainya yang sudah terlatih. Layanan ini lebih berfokus pada upaya promotif,” kata Daru kepada Espos, Kamis (22/10/2026). Jika kebutuhan pasien memerlukan penanganan yang lebih lengkap, PKBI akan bekerja sama dengan rumah sakit atau fasilitas kesehatan terkait.
Pendekatan promotif itu membuka ruang bagi masyarakat untuk mencari saran sebelum kondisi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat. Layanan kesehatan bagi kelompok pramenopause dan lansia, kata Daru, selama ini masih kerap bertumpu pada pengobatan setelah gangguan muncul. Padahal, orang lanjut usia yang tetap sehat pun dapat membutuhkan konsultasi untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis.
Perubahan hormon bukan satu-satunya perhatian
Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jateng, Elisabet S.A. Widyastuti, menilai pembicaraan tentang menopause masih terbatas, terutama di kalangan masyarakat berusia 40 tahun ke atas. Pemahaman mengenai perubahan hormon dan kondisi tubuh dapat membantu perempuan mengenali fase yang sedang dihadapi serta menyiapkan diri lebih awal.
Perhatian layanan tidak hanya diarahkan pada perubahan fisik. Aspek psikologis dan sosial juga diperhitungkan, termasuk perubahan dinamika keluarga ketika anak-anak mulai mandiri dan meninggalkan rumah. Situasi yang dikenal sebagai empty nest atau sindrom sangkar kosong dapat menjadi salah satu persoalan yang dihadapi perempuan pada usia matang.
Dengan cakupan tersebut, menopause dipandang bukan semata urusan pemeriksaan tubuh. Perempuan juga dapat membutuhkan dukungan untuk beradaptasi dengan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. PKBI menempatkan konsultasi dan pendampingan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup pada fase itu.
PKBI berharap layanan menjangkau lebih banyak daerah
PKBI Jateng menyatakan perhatian juga diberikan kepada kelompok yang akses perawatannya masih terbatas, termasuk penyandang disabilitas dan lansia. Elisabet mengakui organisasi tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan sendiri, tetapi kelompok tersebut tetap perlu masuk dalam pembahasan layanan kesehatan.
Pengembangan program ini sejalan dengan kebutuhan layanan bagi masyarakat yang hidup lebih lama. Daru menilai peningkatan angka harapan hidup perlu diiringi akses kesehatan yang memadai, termasuk bagi orang yang belum menunjukkan keluhan dan ingin menjaga kondisi tubuhnya.
PKBI Jateng berharap layanan Menopause dan Healthy Aging dapat dikembangkan di klinik-klinik PKBI lain di Jawa Tengah. Perluasan itu diharapkan membuat konsultasi bagi perempuan pramenopause, mereka yang mengalami menopause, serta kelompok lansia lebih mudah dijangkau. Untuk saat ini, PKBI juga membuka kemungkinan rujukan ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap apabila diperlukan.
