Hashim Mundur dari WIFI, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Hashim Djojohadikusumo mundur dari Komisaris Utama WIFI dan RUPSLB dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Investor juga mencermati ekspansi Internet Rakyat dan prospek saham perseroan.

hashim-mundur-dari-wifi-bagaimana-prospek-sahamnya

Hashim S. Djojohadikusumo mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) pada 29 September 2026. Keputusan yang disampaikan melalui surat itu menjadi sorotan investor, terutama karena Hashim baru sekitar tiga bulan menjabat dan perusahaan tengah mengembangkan layanan Internet Rakyat.

Pengunduran diri tersebut belum otomatis menjawab pertanyaan apakah saham WIFI masih menarik. Di satu sisi, perusahaan melaporkan perluasan layanan dan menyatakan perubahan pengurus tidak berdampak material terhadap operasional. Di sisi lain, susunan manajemen akan berubah dan sejumlah hal terkait kepentingan investasi Hashim masih menjadi perhatian pasar.

Pengunduran diri Hashim menunggu keputusan RUPSLB

Dalam keterbukaan informasi, Direktur WIFI Shannedy Ong menyampaikan bahwa surat pengunduran diri Hashim tertanggal 29 September 2026 dan berlaku sejak tanggal surat. Manajemen menerima surat itu pada 30 September. Pengunduran diri tersebut selanjutnya akan diproses melalui rapat pemegang saham.

Perubahan pengurus juga mencakup Henny Santoso, yang mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur. Surat Henny diterima perseroan pada 1 Oktober. WIFI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Oktober 2026 dengan agenda, antara lain, perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.

Perseroan menyatakan jadwal rapat itu masih berada dalam batas waktu 90 hari sejak surat pengunduran diri diterima. Hingga keputusan pemegang saham ditetapkan, fungsi pengurusan dan pengawasan tetap dijalankan oleh anggota Direksi dan Dewan Komisaris lainnya sesuai anggaran dasar serta ketentuan yang berlaku.

Manajemen WIFI menyatakan perubahan jajaran pengurus tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan dan entitas anak.

Pernyataan itu memberi gambaran resmi perusahaan mengenai kesinambungan kegiatan usaha, tetapi belum menghapus perhatian pasar terhadap perubahan di tingkat pengurus. Hashim mundur hanya beberapa bulan setelah diangkat. Direktur WIFI Henny Santoso juga melepas jabatannya dalam rentang waktu berdekatan.

Perkembangan Internet Rakyat jadi perhatian investor

Di luar dinamika manajemen, perkembangan bisnis WIFI ikut menjadi salah satu bahan pertimbangan. Perusahaan, yang dikenal dengan nama Surge dan bergerak di bidang infrastruktur jaringan serat optik, mengembangkan layanan Internet Rakyat. Informasi yang dihimpun dalam pemberitaan menyebut layanan tersebut telah aktif di lebih dari 3.100 site dan menjangkau sekitar 3,1 juta konsumen.

WIFI juga dilaporkan mengoperasikan 2.000 site FWA pada September 2026, dengan 6.000 radio terintegrasi. Angka-angka tersebut menggambarkan skala pengembangan jaringan yang sedang berlangsung. Namun, luas jangkauan dan jumlah site tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya pendapatan atau keuntungan yang sudah dibukukan.

Dalam pemberitaan mengenai prospek perusahaan, kontribusi penuh dari suatu kebijakan disebut berpotensi baru lebih terasa pada 2027 karena pengakuan pendapatan dapat tertunda. Informasi yang tersedia tidak merinci besaran pendapatan, dampaknya terhadap laba, maupun valuasi saham WIFI. Karena itu, perkembangan operasional perlu dibaca bersama kinerja keuangan dan penjelasan perusahaan berikutnya, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menilai saham.

Apakah saham WIFI masih menarik?

UOB Kay Hian menilai pengunduran diri Hashim tidak serta-merta berarti hubungan atau keterkaitannya dengan WIFI terputus. Perubahan itu juga dapat menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih luas atas kepentingan investasinya. Penilaian tersebut menunjukkan bahwa alasan di balik pergantian pengurus belum tentu dapat disimpulkan hanya dari surat pengunduran diri.

Bagi investor, RUPSLB 21 Oktober menjadi agenda penting untuk memantau susunan pengurus berikutnya. Keputusan rapat dapat memberi kejelasan mengenai tata kelola, sementara perkembangan Internet Rakyat dan FWA menjadi hal yang perlu dicermati dari sisi pelaksanaan bisnis. Sampai ada informasi lebih lengkap, kedua hal itu masih menjadi bagian dari gambaran yang perlu ditimbang, bukan kesimpulan final tentang prospek saham.

Dengan bahan yang tersedia, belum cukup dasar untuk menyebut saham WIFI pasti menarik atau sebaliknya. Investor dapat mencermati keterbukaan informasi, hasil RUPSLB, dan laporan keuangan berikutnya untuk melihat apakah perluasan jaringan benar-benar berlanjut menjadi pendapatan. Perubahan manajemen adalah satu faktor, tetapi arah bisnis dan realisasi kinerja akan menentukan konteks penilaian selanjutnya.

Ruangpublik