Timnas Indonesia Diminta Siapkan Kiper Keempat dan Kelima
Hermansyah meminta Timnas Indonesia menyiapkan kiper keempat dan kelima untuk mengantisipasi cedera menjelang Piala Asia 2027.
Timnas Indonesia perlu menyiapkan kiper cadangan tambahan untuk mengantisipasi cedera menjelang Piala Asia 2027. Pengamat sekaligus mantan kiper tim nasional, Hermansyah, mengingatkan pelatih John Herdman agar mulai menginventarisasi penjaga gawang keempat dan kelima jauh sebelum turnamen berlangsung di Arab Saudi.
Peringatan itu disampaikan setelah Skuad Garuda meraih gelar di FIFA ASEAN Cup 2026. Menurut Hermansyah, keberhasilan tersebut patut disambut, tetapi tidak boleh membuat tim pelatih lengah menghadapi agenda yang lebih berat. Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Posisi penjaga gawang menjadi salah satu perhatian karena cedera dapat mengubah rencana tim dalam waktu singkat. Hermansyah menilai, memiliki daftar alternatif sejak dini akan membantu tim menghadapi kemungkinan pemain utama tidak bisa tampil, baik menjelang turnamen maupun saat kompetisi berlangsung.
Hermansyah minta alternatif kiper dipantau sejak dini
Hermansyah menyarankan Herdman dan stafnya memantau kiper-kiper yang tampil di kompetisi domestik, termasuk BRI Liga 1. Pemantauan itu bukan berarti mengabaikan penjaga gawang yang sudah menjadi bagian dari tim, melainkan menyiapkan pilihan jika keadaan darurat muncul.
“Saya kira John Herdman dan staf Timnas Indonesia terus memantau para pemain di liga. Tapi, tetap harus ada sikap jaga-jaga. Siapa kiper keempat atau kelima yang disiapkan untuk antisipasi nanti,” kata Hermansyah.
Menurut dia, kebutuhan tersebut berkaitan dengan panjangnya persiapan dan tuntutan fisik turnamen. Ketersediaan penjaga gawang tambahan bisa menjadi bagian dari perencanaan skuad, terutama bila salah satu kiper pilihan utama mengalami masalah kebugaran. Karena itu, pencarian kandidat tidak sebaiknya baru dilakukan ketika tim sudah berada di ambang kompetisi.
Hermansyah tetap mengapresiasi komposisi penjaga gawang Indonesia saat ini. Emil Audero, Maarten Paes, dan Nadeo Argawinata dinilai sebagai pilihan berkualitas yang mampu menjaga gawang Merah-Putih. Ia juga menilai kapasitas Nadeo tetap setara dengan dua kiper lainnya, meski Nadeo tidak sempat bermain pada ajang regional sebelumnya.
Cedera Emil Audero jadi pengingat bagi Skuad Garuda
Pengalaman Emil Audero yang mengalami cedera ringan saat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu alasan Hermansyah menekankan pentingnya pilihan tambahan. Masalah kebugaran itu membuat Emil absen dalam dua pertandingan penting, yakni melawan Singapura dan Malaysia. Maarten Paes pun harus tampil dalam kedua laga tersebut.
Situasi itu, menurut Hermansyah, menunjukkan bahwa rencana tim tidak bisa hanya bertumpu pada nama-nama utama. Cedera bisa terjadi pada waktu yang sulit diperkirakan, termasuk beberapa pekan sebelum turnamen. Dalam kondisi seperti itu, kiper alternatif yang sudah dipantau akan memberi staf pelatih pilihan yang lebih siap.
“Kasus cedera Emil Audero itu harus jadi pelajaran karena dua bulan jelang Piala Asia nanti, kita tak tahu apa yang dialami tiga kiper itu atau pemain lainnya. Jadi, ada baiknya John Herdman mulai mencari kiper alternatif jika salah satu dari tiga kiper itu mengalami cedera,” ujar Hermansyah.
Masukan tersebut bukan berarti Hermansyah meragukan kemampuan Audero, Paes, atau Nadeo. Ia justru menilai ketiganya memiliki pengalaman dan refleks yang mumpuni. Fokusnya adalah memastikan tim punya rencana jika salah satu dari mereka tidak dapat dimainkan, sehingga persiapan tidak bergantung pada satu skenario.
Piala Asia 2027 menuntut kedalaman skuad
Tantangan di Piala Asia 2027 membuat kesiapan setiap lini menjadi penting. Indonesia berada di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Persaingan dengan tim-tim tersebut menuntut seluruh pemain, termasuk penjaga gawang, berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik.
Herdman, menurut bahan berita, mengusung target minimal mengulang pencapaian Indonesia yang menembus babak 16 besar pada edisi sebelumnya. Untuk mendekati sasaran itu, persiapan tidak hanya menyangkut susunan pemain utama, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan komposisi karena cedera.
Dengan jadwal turnamen yang sudah ditetapkan, pemantauan kiper di kompetisi domestik dapat menjadi langkah antisipasi yang relevan. Keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih, tetapi peringatan Hermansyah menegaskan bahwa kedalaman skuad perlu dipikirkan sebelum masalah muncul. Bagi Timnas Indonesia, menyiapkan pilihan sejak dini dapat menjadi bagian penting dari upaya menghadapi persaingan di Arab Saudi.
